Senin, 20 Desember 2010

KANDUNGAN DAN KHASIAT GAMAFIT / EXTRACT GOLD G / GAMAT EMAS



BISA DIBELI SECARA ONLINE DI www.binmuhsingroup.com atau UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSINHP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
Kandungan Sea Cucumber (tripang emas) berdasarkan hasil penelitian adalah:
• Protein 86,8%
• Kolagen 80,0%
• Mineral
• Mukopolisakarida
• Glucasaninoglycans (GAGs)
• Antiseptik alamiah
• Chondroitin
• Omega-3, 6, dan 9
• Asam Amino

Manfaat Masing-Masing Zat di Atas

1. Manfaat Protein
a. Baik untuk sistem pencernaan/lambung
b. Memperkuat sistem daya tahan tubuh
c. Membantu sistem pernafasan
d. Menghasilkan hormon & enzim serta fungsi protein lainnya

2. Manfaat Kolagen
a. Kecantikan kulit
b. Membantu menyembuhkan luka
c. Mengurangi masalah lambung/maag
d. Baik untuk paru-paru
e. Bersama chondroitin membentuk tulang rawan baru

3. Manfaat Glukosaminoglykan (GAGs)
a. Meringankan arthritis dan sakit/nyeri persendian
b. Membantu meningkatkan kadar insulin darah
c. Bersama omega 3, 6, dan 9 mencegah penyumbatan dalam sirkulasi darah

4. Manfaat Chondroitin
a. Meringankan Artritis
b. Menjaga Persendian (pelicin sendi), menjaga kelenturan persendian
c. Membantu dan mencegah osteoporosis dan osteoarthritis
d. Membantu memelihara jaringan ligmen pada tulang

5. Manfaat Mukopolisakarida
a. Membantu/melancarkan sirkulasi darah
b. Memelihara sistem jantung
c. Menghilangkan rasa sakit (zat penahan sakit alamiah)
d. Membantu menurunkan inflamasi dan mempercepat proses
penyembuhan luka
e. Membantu masalah wasir
f. Menurunkan & menstabilkan hipertensi/darah tinggi

6. Manfaat Omega 3 dan Omega 6
a. Membantu meningkatkan pembakaran energi & metabolisme sel
b. Menjaga system penghantaran impuls syaraf dan memelihara
tekanan darah
c. Menurunkan kekentalan darah, sehingga mengurangi resiko
serangan jantung
d. Menurunkan kolesterol LDL dan Trigliserida
e. Menurunkan HDL

7. Manfaat Mineral : Potassium, Fosfor, Kromium, Magnesium, Kalsium, Besi, Sodium
a. Mengaktifkan keseimbangan enzim
b. Bersama protein membentuk keseimbangan hormon & sistem kelenjar
c. Menghasilkan sel darah merah
d. Mencegah anemia darah
e. Membantu toleransi gula darah
f. Bersama GAGs, membantu mengatasi toleransi gula darah

8. Manfaat Asam Amino :
Terdapat 18 macam asam amino, termasuk 9 macam asam amino esensial, kandungan asam aminonya lebih tinggi dari asam amino yang terdapat pada ikan laut, ayam dan telur.

a. Membentuk sel-sel baru
b. Memperbaiki jaringan
c. Membentuk anti bodi atau daya tahan tubuh
d. Menyelaraskan enzim & hormon

9. Manfaat Vitamin B
a. Vitamin B1 (Thiamin)
- Sebagai bagian dari enzim
- Membantu fungsi sel syaraf.
- Diperlukan untuk produksi energi di dalam otak.
b. Vitamin B2 (Riboflavin)
- Diperlukan untuk metabolisme energi dan membangun jaringan.
c. Vitamin B3 (Niasin)
- Diperlukan untuk metabolisme energi, pencernaan dan sistem
syaraf yang sehat

10. Antiseptik Alamiah
a. Zat untuk mencegah bakteri, jamur, infeksi
b. Anti tumor

.
KUTIPAN ARTIKEL DI MAJALAH TRUBUS TENTANG TERIPANG/GAMAT:
Sea Cucumber (Teripang) Memperbaiki Fungsi Hati
Teripang kaya akan grow factor sehingga dapat memperbaiki sel-sel rusak. Kandungan protein hingga 82% dan asam lemak essensial mujarab memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibodi. Karena itu juga tripang (gamat) kerap disebut imunomodulator.
Lantaran kandungan kolagen yang tinggi, teripang (gamat) ampuh melakukan regenerasi sel secara singkat. Menurut dr. Zen, gamat larut dalam air sehingga langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifikasi. "Karena itu, gamat tidak menimbulkan efek samping," tambahnya.(Trubus 441 - Agustus 2006/XXXVII, hlm. 107).
....................................

Pengidap kanker banyak pula yang berharap pada teripang. Itu setelah Prof. Aleli Gana dan Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines, Filipina menemukan senyawa aktif penghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa itu bernama lektin. Penelitian itu mengungkap, teripang pada konsentrasi 50 mikrogram menggumpalkan dan menghadang pertumbuhan sel kanker.
Hal serupa dibuktikan Jaime Rodriguez, Rita Castro, dan Ricardo Riguera dari Departemen Kimia,Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol. Hasil penelitian mereka menunjukkan, teripang dengan senyawa aktif triterpen glikosida menghambat pertumbuhan tumor pada sel limfoid, sel tumor paru manusia, sel tumor serviks, dan melanoma tikus pada kisaran konsentrasi 0,38 - 0,46 mg/ml. (Trubus 441 - Agustus 2006/XXXVII, hlm. 113).

Senin, 13 Desember 2010

KHASIAT PROPOLIS UNTUK MENGATASI BATU GINJAL DLLN.

Propolis kaya kandungan antibakteri, anticendawan, dan antivirus sehingga dapat dipakai untuk mengatasi diabetes mellitus, stroke, hepatitis, kanker, hipertensi, tuberkulosis, batu ginjal dan HIV/AIDS. bELILAH PROPOLIS HANYA DI TOKO BIN MUHSIN GROUP.
Referensi utama My Healthy Life Trio Herbal; Jakarta: Trubus Swadaya, 2010.HLM.86, 110.

paket TRIO HERBAL Bin Muhsin Bisa dibeli secara online di www.binmuhsingroup.com atau HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

MENGATASI ASTENOTERATOZOOSERMIA

Propolis sangat bermanfaat untuk MENGATASI ASTENOTERATOZOOSERMIA

Referensi utama My Healthy Life Trio Herbal; Jakarta: Trubus Swadaya, 2010.hlm. 86.
paket TRIO HERBAL Bin Muhsin Bisa dibeli secara online di www.binmuhsingroup.com atau HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

MENGATASI ASAM URAT

Rematik / asam urat dapat disebabkan konsumsi purin tinggi. Purin nantinya disintesis menjadi asam urat. Jika berlebih asam urat nantinya akan ditimbun siseluruh persendian. Persendian yang terserang akan membengkak, terasa panas, nyeri, meradang dan sulit digerakkan. Timokuinon dalam Amazing Oil Minyak Habbatussauda Bin Muhsin mampu menekan peradangan pada sendi.

Propolis bin muhsin juga sangat ampuh untuk mengatasi persoalan asam urat.

Referensi utama My Healthy Life Trio Herbal; Jakarta: Trubus Swadaya, 2010.hlm19,86.
paket TRIO HERBAL Bin Muhsin Bisa dibeli secara online di www.binmuhsingroup.com atau HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN PADA pH TANAH BERBEDA TERHADAP HASIL DAN KADAR ALKALOID BIJI KELABET (Trigonella foenum graecum L.) DI DUA LOKASI DENGAN K

PhD Theses from JBPTITBPP / 2007-12-18 16:10:22
Oleh : Marnis Hendrison
(NIM. 31195022)
, S3 - Mathematics and Natural Sciences
Dibuat : 2001-05-00, dengan 2 file

Keyword :

Nitrogen fertilizer, pH, Soil, Alkaloid Trigonelline, Trigonella foenum-graecum L.


Abstrak:

Biji kelabet (Trigonella foenum graecum L.) merupakan salah satu sumber bahan baku jamu dan obat tradisional yang cukup banyak digunakan, termasuk di Indonesia. Salah satu kegunaan dari biji kelabet ini adalah sebagai obat antidiabetik. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai antidiabetik adalah alkaloid trigonelina. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor biji kelabet ini dari luar negeri, terutama dari India. Dari tahun ke tahun permintaan dalam negeri akan biji kelabet ini terus meningkat. Dengan demikian pengeluaran devisa negara dari tahun ketahun juga terus bertambah besar. Selain itu mutu kandungan senyawa bioaktif dari biji kelabet yang diimpor ini sulit diketahui dan tidak terjamin keseragamannya. Dilaporkan bahwa hasil biji dan kandungan trigonelina biji kelabet ini bervariasi dan tergantung dari kondisi agro-klimat, pH dan kesuburan tanah tempat penanamannya. Karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap tanaman kelabet ini yang diarahkan untuk mencari kesesuaian lingkungan (pH tanah, ketinggian), musim tanam, dan ketepatan pemupukan N, sehingga dapat diperoleh hasil biji dan kandungan alkaloid trigonelina biji tanaman kelabet yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kelabet di Indonesia. Diharapkan, dimasa yang akan datang Indonesia dapat menjadi salah satu sentra produksi simplisia biji kelabet, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Berdasarkan permasalahan di atas telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemupukan nitrogen pada pH tanah berbeda terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet di dua lokasi dengan ketinggian dan musim tanam berbeda. Penelitian menggunakan rancangan petak-petak terbagi (split-split plot design) dalam rancangan acak kelompok. Faktor yang diuji pengaruhnya terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet adalah, pertama, perbedaan lokasi penanaman dengan ketinggian berbeda, yaitu di dataran rendah di desa Mekargalih Purwakarta (170 m) dan dataran tinggi di lahan kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Margahayu Lembang (1240 m), ditempatkan sebagai petak utama. Kedua, perbedaan pH tanah, yaitu 5,9-6,0; 6,6-6,7; 7,2-7,3; dan 7,6-7,7 berturut-turut dengan penambahan kapur kalsit 0, 10, 24 dan 36 ton/ha sebagai anak petak. Ketiga takaran pemupukan nitrogen (N), yaitu 15, 30, dan 60 kg N/ha, berturut-turut setara dengan 33,33; 66,66; dan 133,32 kg urea/ha sebagai anak-anak petak. Keempat, penanaman pada kedua lokasi tersebut dilakukan pada dua musim tanam berbeda, yaitu dalam musim kemarau 1997 dan musim hujan 1998.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kelabet yang ditanam selama musim kemarau, baik di dataran rendah Purwakarta maupun di dataran tinggi Lembang, menghasilkan kadar klorofil daun lebih tinggi dan bobot kering tanaman lebih berat dibandingkan dengan yang ditanam selama musim hujan. Demikian juga halnya dengan awal perbungaan menjadi lebih cepat dan masa perbungaan menjadi lebih lama. Selain itu jumlah bunga, jumlah polong dan jumlah biji per tanaman menjadi lebih banyak. Penanaman selama musim kemarau juga dapat menghasilkan bobot polong, bobot biji per tanaman dan per hektarnya lebih berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar dan kandungan alkaloid trigonelina biji juga lebih tinggi pada tanaman yang ditanam selama musim kemarau.

Pada kedua musim tanam, tanaman kelabet yang ditanam di dataran tinggi Lembang, secara nyata memiliki kadar klorofil daun dan kadar trigonelina biji lebih rendah daripada tanaman yang ditanam di dataran rendah Purwakarta. Akan tetapi bobot kering tanaman nyata lebih berat, awal dan masa perbungaan lebih lama, serta jumlah dan persentase bunga menjadi polong lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah polong dan biji menjadi lebih banyak, bobot polong, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar lebih berat. Peningkatan pH tanah dari 5,9-6,0 menjadi 6,6-6,7 secara nyata dapa meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlah biji, bobot biji kelabet pe] tanaman dan per hektar di kedua lokasi ketinggian tempat dalam musim kemarau sedangkan dalam musim hujan tidak berpengaruh. Tetapi, kadar dan kandungar alkaloid trigonelina biji pada pH tanah 6,6-6,7 ini, nyata meningkat pada kedua musim dan lokasi ketinggian tempat tanam. Peningkatan pH tanah menjadi 7,2,-7,3 hanya berpengaruh di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau Pengaruhnya adalah dapat meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlat biji, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar. Peningkatan pH tanah menjadi 7,6-7,7, ternyata berpengaruh negatif dan nyata mengurangi tinggi tanaman, kadar kiorofil daun, bobot kering tanaman, jumlal; bunga, jumlah dan bobot polong, jumlah biji, bobot biji dan kandungar trigonelina biji kelabet di kedua lokasi ketinggian tempat tanam.

Pemupukan N dengan takaran 30 dan 60 kg N/ha di kedua lokasi ketinggian tempat tanam, secara nyata dapat meningkatkan tinggi tanaman, kadar klorofil daun dan bobot kering tanaman kelabet, dibandingkan dengan tanpa pemupukan N (kontrol). Peningkatan ini terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 pada musim kemarau, dan pada keempat tingkat pH tanah berbeda dalam musim hujan. Pemupukan 30 dan 60 kg N/ha juga nyata dapat meningkatkan jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, bobot biji, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet pada kedua musim tanam. Di dataran rendah Purwakarta, peningkatan ini hanya terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 sedangkan di dataran tinggi Lembang terjadi pada keempat tingkat pH tanah berbeda.

Kadar klorofrl daun, bobot kering tanaman, jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet tertinggi, terbanyak dan terberat, diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 6,6-6,7 pada kedua lokasi ketinggian dan musim tanam. Akan tetapi bobot biji tertinggi sebesar 7,18 g/tanaman setara dengan 1794,2 kg/ha diperoleh pada takaran pemupukan N 30 kg N/ha yang diberikan pada pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau. Sedangkan kadar trigonelina biji tertinggi sebesar 1,52 mg/g diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 di dataran rendah Purwakarta, dalam musim kemarau. Kandungan trigonelina biji tertinggi, yaitu sebesar 10,25 mg/tanaman setara dengan 2,5625 kg/ha, juga diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha, tetapi hanya pada kondisi pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang, yang ditanam selama musim kemarau.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:

Biji kelabet (Trigonella foenum graecum L.) merupakan salah satu sumber bahan baku jamu dan obat tradisional yang cukup banyak digunakan, termasuk di Indonesia. Salah satu kegunaan dari biji kelabet ini adalah sebagai obat antidiabetik. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai antidiabetik adalah alkaloid trigonelina. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor biji kelabet ini dari luar negeri, terutama dari India. Dari tahun ke tahun permintaan dalam negeri akan biji kelabet ini terus meningkat. Dengan demikian pengeluaran devisa negara dari tahun ketahun juga terus bertambah besar. Selain itu mutu kandungan senyawa bioaktif dari biji kelabet yang diimpor ini sulit diketahui dan tidak terjamin keseragamannya. Dilaporkan bahwa hasil biji dan kandungan trigonelina biji kelabet ini bervariasi dan tergantung dari kondisi agro-klimat, pH dan kesuburan tanah tempat penanamannya. Karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap tanaman kelabet ini yang diarahkan untuk mencari kesesuaian lingkungan (pH tanah, ketinggian), musim tanam, dan ketepatan pemupukan N, sehingga dapat diperoleh hasil biji dan kandungan alkaloid trigonelina biji tanaman kelabet yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kelabet di Indonesia. Diharapkan, dimasa yang akan datang Indonesia dapat menjadi salah satu sentra produksi simplisia biji kelabet, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Berdasarkan permasalahan di atas telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemupukan nitrogen pada pH tanah berbeda terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet di dua lokasi dengan ketinggian dan musim tanam berbeda. Penelitian menggunakan rancangan petak-petak terbagi (split-split plot design) dalam rancangan acak kelompok. Faktor yang diuji pengaruhnya terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet adalah, pertama, perbedaan lokasi penanaman dengan ketinggian berbeda, yaitu di dataran rendah di desa Mekargalih Purwakarta (170 m) dan dataran tinggi di lahan kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Margahayu Lembang (1240 m), ditempatkan sebagai petak utama. Kedua, perbedaan pH tanah, yaitu 5,9-6,0; 6,6-6,7; 7,2-7,3; dan 7,6-7,7 berturut-turut dengan penambahan kapur kalsit 0, 10, 24 dan 36 ton/ha sebagai anak petak. Ketiga takaran pemupukan nitrogen (N), yaitu 15, 30, dan 60 kg N/ha, berturut-turut setara dengan 33,33; 66,66; dan 133,32 kg urea/ha sebagai anak-anak petak. Keempat, penanaman pada kedua lokasi tersebut dilakukan pada dua musim tanam berbeda, yaitu dalam musim kemarau 1997 dan musim hujan 1998.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kelabet yang ditanam selama musim kemarau, baik di dataran rendah Purwakarta maupun di dataran tinggi Lembang, menghasilkan kadar klorofil daun lebih tinggi dan bobot kering tanaman lebih berat dibandingkan dengan yang ditanam selama musim hujan. Demikian juga halnya dengan awal perbungaan menjadi lebih cepat dan masa perbungaan menjadi lebih lama. Selain itu jumlah bunga, jumlah polong dan jumlah biji per tanaman menjadi lebih banyak. Penanaman selama musim kemarau juga dapat menghasilkan bobot polong, bobot biji per tanaman dan per hektarnya lebih berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar dan kandungan alkaloid trigonelina biji juga lebih tinggi pada tanaman yang ditanam selama musim kemarau.

Pada kedua musim tanam, tanaman kelabet yang ditanam di dataran tinggi Lembang, secara nyata memiliki kadar klorofil daun dan kadar trigonelina biji lebih rendah daripada tanaman yang ditanam di dataran rendah Purwakarta. Akan tetapi bobot kering tanaman nyata lebih berat, awal dan masa perbungaan lebih lama, serta jumlah dan persentase bunga menjadi polong lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah polong dan biji menjadi lebih banyak, bobot polong, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar lebih berat. Peningkatan pH tanah dari 5,9-6,0 menjadi 6,6-6,7 secara nyata dapa meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlah biji, bobot biji kelabet pe] tanaman dan per hektar di kedua lokasi ketinggian tempat dalam musim kemarau sedangkan dalam musim hujan tidak berpengaruh. Tetapi, kadar dan kandungar alkaloid trigonelina biji pada pH tanah 6,6-6,7 ini, nyata meningkat pada kedua musim dan lokasi ketinggian tempat tanam. Peningkatan pH tanah menjadi 7,2,-7,3 hanya berpengaruh di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau Pengaruhnya adalah dapat meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlat biji, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar. Peningkatan pH tanah menjadi 7,6-7,7, ternyata berpengaruh negatif dan nyata mengurangi tinggi tanaman, kadar kiorofil daun, bobot kering tanaman, jumlal; bunga, jumlah dan bobot polong, jumlah biji, bobot biji dan kandungar trigonelina biji kelabet di kedua lokasi ketinggian tempat tanam.

Pemupukan N dengan takaran 30 dan 60 kg N/ha di kedua lokasi ketinggian tempat tanam, secara nyata dapat meningkatkan tinggi tanaman, kadar klorofil daun dan bobot kering tanaman kelabet, dibandingkan dengan tanpa pemupukan N (kontrol). Peningkatan ini terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 pada musim kemarau, dan pada keempat tingkat pH tanah berbeda dalam musim hujan. Pemupukan 30 dan 60 kg N/ha juga nyata dapat meningkatkan jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, bobot biji, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet pada kedua musim tanam. Di dataran rendah Purwakarta, peningkatan ini hanya terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 sedangkan di dataran tinggi Lembang terjadi pada keempat tingkat pH tanah berbeda.

Kadar klorofrl daun, bobot kering tanaman, jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet tertinggi, terbanyak dan terberat, diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 6,6-6,7 pada kedua lokasi ketinggian dan musim tanam. Akan tetapi bobot biji tertinggi sebesar 7,18 g/tanaman setara dengan 1794,2 kg/ha diperoleh pada takaran pemupukan N 30 kg N/ha yang diberikan pada pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau. Sedangkan kadar trigonelina biji tertinggi sebesar 1,52 mg/g diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 di dataran rendah Purwakarta, dalam musim kemarau. Kandungan trigonelina biji tertinggi, yaitu sebesar 10,25 mg/tanaman setara dengan 2,5625 kg/ha, juga diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha, tetapi hanya pada kondisi pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang, yang ditanam selama musim kemarau.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS3 - Mathematics and Natural Sciences
Nama KontakDrs. Mahmudin, SIP.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratorinfo@lib.itb.ac.id
E-mail CKOmahmudin@unix.lib.itb.ac.id

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSINHP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id===Khasiat Bin Muhsin Fenugreek: Membantu pembesaran payudara, Memperbesar penis,gairah seks, kesehatan penis, meningkatkan aliran susu, merangsang rahim, meringankan iritasi jaringan, menurunkan demam, mengurangi gula darah, memperbaiki pencernaan, meningkatkan penyembuhan, telah pencahar, ekspektoran, diuretik, anti parasit dan anti-tumor efek, untuk mempromosikan pertumbuhan rambut (laki-laki ).Khasiat lainnya: untuk mengobati diabetes pada orang dewasa (akhir-onset diabetes), pencernaan yang buruk, radang lambung, mencegah dan mengobati turun berok/hernia,gangguan pencernaan dan TB, nyeri haid, sakit dan kurangnya tenaga kerja laktasi, atas kehilangan libido, menyakitkan testikel dan ejakulasi dini, penurunan berat badan, anoreksia dan miskin nafsu makan, sakit terkait ginjal, sakit pinggang, menyakitkan testikel, hernia, edema kaki, afrodisiak, untuk pencernaan dan bronkial keluhan, encok dan radang sendi, radang kulit, borok, bisul, eksim dan selulit

PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN PADA pH TANAH BERBEDA TERHADAP HASIL DAN KADAR ALKALOID BIJI KELABET (Trigonella foenum graecum L.) DI DUA LOKASI DENGAN K

PhD Theses from JBPTITBPP / 2007-12-18 16:10:22
Oleh : Marnis Hendrison
(NIM. 31195022)
, S3 - Mathematics and Natural Sciences
Dibuat : 2001-05-00, dengan 2 file

Keyword :

Nitrogen fertilizer, pH, Soil, Alkaloid Trigonelline, Trigonella foenum-graecum L.


Abstrak:

Biji kelabet (Trigonella foenum graecum L.) merupakan salah satu sumber bahan baku jamu dan obat tradisional yang cukup banyak digunakan, termasuk di Indonesia. Salah satu kegunaan dari biji kelabet ini adalah sebagai obat antidiabetik. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai antidiabetik adalah alkaloid trigonelina. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor biji kelabet ini dari luar negeri, terutama dari India. Dari tahun ke tahun permintaan dalam negeri akan biji kelabet ini terus meningkat. Dengan demikian pengeluaran devisa negara dari tahun ketahun juga terus bertambah besar. Selain itu mutu kandungan senyawa bioaktif dari biji kelabet yang diimpor ini sulit diketahui dan tidak terjamin keseragamannya. Dilaporkan bahwa hasil biji dan kandungan trigonelina biji kelabet ini bervariasi dan tergantung dari kondisi agro-klimat, pH dan kesuburan tanah tempat penanamannya. Karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap tanaman kelabet ini yang diarahkan untuk mencari kesesuaian lingkungan (pH tanah, ketinggian), musim tanam, dan ketepatan pemupukan N, sehingga dapat diperoleh hasil biji dan kandungan alkaloid trigonelina biji tanaman kelabet yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kelabet di Indonesia. Diharapkan, dimasa yang akan datang Indonesia dapat menjadi salah satu sentra produksi simplisia biji kelabet, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Berdasarkan permasalahan di atas telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemupukan nitrogen pada pH tanah berbeda terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet di dua lokasi dengan ketinggian dan musim tanam berbeda. Penelitian menggunakan rancangan petak-petak terbagi (split-split plot design) dalam rancangan acak kelompok. Faktor yang diuji pengaruhnya terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet adalah, pertama, perbedaan lokasi penanaman dengan ketinggian berbeda, yaitu di dataran rendah di desa Mekargalih Purwakarta (170 m) dan dataran tinggi di lahan kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Margahayu Lembang (1240 m), ditempatkan sebagai petak utama. Kedua, perbedaan pH tanah, yaitu 5,9-6,0; 6,6-6,7; 7,2-7,3; dan 7,6-7,7 berturut-turut dengan penambahan kapur kalsit 0, 10, 24 dan 36 ton/ha sebagai anak petak. Ketiga takaran pemupukan nitrogen (N), yaitu 15, 30, dan 60 kg N/ha, berturut-turut setara dengan 33,33; 66,66; dan 133,32 kg urea/ha sebagai anak-anak petak. Keempat, penanaman pada kedua lokasi tersebut dilakukan pada dua musim tanam berbeda, yaitu dalam musim kemarau 1997 dan musim hujan 1998.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kelabet yang ditanam selama musim kemarau, baik di dataran rendah Purwakarta maupun di dataran tinggi Lembang, menghasilkan kadar klorofil daun lebih tinggi dan bobot kering tanaman lebih berat dibandingkan dengan yang ditanam selama musim hujan. Demikian juga halnya dengan awal perbungaan menjadi lebih cepat dan masa perbungaan menjadi lebih lama. Selain itu jumlah bunga, jumlah polong dan jumlah biji per tanaman menjadi lebih banyak. Penanaman selama musim kemarau juga dapat menghasilkan bobot polong, bobot biji per tanaman dan per hektarnya lebih berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar dan kandungan alkaloid trigonelina biji juga lebih tinggi pada tanaman yang ditanam selama musim kemarau.

Pada kedua musim tanam, tanaman kelabet yang ditanam di dataran tinggi Lembang, secara nyata memiliki kadar klorofil daun dan kadar trigonelina biji lebih rendah daripada tanaman yang ditanam di dataran rendah Purwakarta. Akan tetapi bobot kering tanaman nyata lebih berat, awal dan masa perbungaan lebih lama, serta jumlah dan persentase bunga menjadi polong lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah polong dan biji menjadi lebih banyak, bobot polong, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar lebih berat. Peningkatan pH tanah dari 5,9-6,0 menjadi 6,6-6,7 secara nyata dapa meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlah biji, bobot biji kelabet pe] tanaman dan per hektar di kedua lokasi ketinggian tempat dalam musim kemarau sedangkan dalam musim hujan tidak berpengaruh. Tetapi, kadar dan kandungar alkaloid trigonelina biji pada pH tanah 6,6-6,7 ini, nyata meningkat pada kedua musim dan lokasi ketinggian tempat tanam. Peningkatan pH tanah menjadi 7,2,-7,3 hanya berpengaruh di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau Pengaruhnya adalah dapat meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlat biji, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar. Peningkatan pH tanah menjadi 7,6-7,7, ternyata berpengaruh negatif dan nyata mengurangi tinggi tanaman, kadar kiorofil daun, bobot kering tanaman, jumlal; bunga, jumlah dan bobot polong, jumlah biji, bobot biji dan kandungar trigonelina biji kelabet di kedua lokasi ketinggian tempat tanam.

Pemupukan N dengan takaran 30 dan 60 kg N/ha di kedua lokasi ketinggian tempat tanam, secara nyata dapat meningkatkan tinggi tanaman, kadar klorofil daun dan bobot kering tanaman kelabet, dibandingkan dengan tanpa pemupukan N (kontrol). Peningkatan ini terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 pada musim kemarau, dan pada keempat tingkat pH tanah berbeda dalam musim hujan. Pemupukan 30 dan 60 kg N/ha juga nyata dapat meningkatkan jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, bobot biji, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet pada kedua musim tanam. Di dataran rendah Purwakarta, peningkatan ini hanya terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 sedangkan di dataran tinggi Lembang terjadi pada keempat tingkat pH tanah berbeda.

Kadar klorofrl daun, bobot kering tanaman, jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet tertinggi, terbanyak dan terberat, diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 6,6-6,7 pada kedua lokasi ketinggian dan musim tanam. Akan tetapi bobot biji tertinggi sebesar 7,18 g/tanaman setara dengan 1794,2 kg/ha diperoleh pada takaran pemupukan N 30 kg N/ha yang diberikan pada pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau. Sedangkan kadar trigonelina biji tertinggi sebesar 1,52 mg/g diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 di dataran rendah Purwakarta, dalam musim kemarau. Kandungan trigonelina biji tertinggi, yaitu sebesar 10,25 mg/tanaman setara dengan 2,5625 kg/ha, juga diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha, tetapi hanya pada kondisi pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang, yang ditanam selama musim kemarau.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:

Biji kelabet (Trigonella foenum graecum L.) merupakan salah satu sumber bahan baku jamu dan obat tradisional yang cukup banyak digunakan, termasuk di Indonesia. Salah satu kegunaan dari biji kelabet ini adalah sebagai obat antidiabetik. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai antidiabetik adalah alkaloid trigonelina. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor biji kelabet ini dari luar negeri, terutama dari India. Dari tahun ke tahun permintaan dalam negeri akan biji kelabet ini terus meningkat. Dengan demikian pengeluaran devisa negara dari tahun ketahun juga terus bertambah besar. Selain itu mutu kandungan senyawa bioaktif dari biji kelabet yang diimpor ini sulit diketahui dan tidak terjamin keseragamannya. Dilaporkan bahwa hasil biji dan kandungan trigonelina biji kelabet ini bervariasi dan tergantung dari kondisi agro-klimat, pH dan kesuburan tanah tempat penanamannya. Karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap tanaman kelabet ini yang diarahkan untuk mencari kesesuaian lingkungan (pH tanah, ketinggian), musim tanam, dan ketepatan pemupukan N, sehingga dapat diperoleh hasil biji dan kandungan alkaloid trigonelina biji tanaman kelabet yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biji kelabet di Indonesia. Diharapkan, dimasa yang akan datang Indonesia dapat menjadi salah satu sentra produksi simplisia biji kelabet, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Berdasarkan permasalahan di atas telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemupukan nitrogen pada pH tanah berbeda terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet di dua lokasi dengan ketinggian dan musim tanam berbeda. Penelitian menggunakan rancangan petak-petak terbagi (split-split plot design) dalam rancangan acak kelompok. Faktor yang diuji pengaruhnya terhadap hasil dan kadar alkaloid trigonelina biji kelabet adalah, pertama, perbedaan lokasi penanaman dengan ketinggian berbeda, yaitu di dataran rendah di desa Mekargalih Purwakarta (170 m) dan dataran tinggi di lahan kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Margahayu Lembang (1240 m), ditempatkan sebagai petak utama. Kedua, perbedaan pH tanah, yaitu 5,9-6,0; 6,6-6,7; 7,2-7,3; dan 7,6-7,7 berturut-turut dengan penambahan kapur kalsit 0, 10, 24 dan 36 ton/ha sebagai anak petak. Ketiga takaran pemupukan nitrogen (N), yaitu 15, 30, dan 60 kg N/ha, berturut-turut setara dengan 33,33; 66,66; dan 133,32 kg urea/ha sebagai anak-anak petak. Keempat, penanaman pada kedua lokasi tersebut dilakukan pada dua musim tanam berbeda, yaitu dalam musim kemarau 1997 dan musim hujan 1998.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kelabet yang ditanam selama musim kemarau, baik di dataran rendah Purwakarta maupun di dataran tinggi Lembang, menghasilkan kadar klorofil daun lebih tinggi dan bobot kering tanaman lebih berat dibandingkan dengan yang ditanam selama musim hujan. Demikian juga halnya dengan awal perbungaan menjadi lebih cepat dan masa perbungaan menjadi lebih lama. Selain itu jumlah bunga, jumlah polong dan jumlah biji per tanaman menjadi lebih banyak. Penanaman selama musim kemarau juga dapat menghasilkan bobot polong, bobot biji per tanaman dan per hektarnya lebih berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar dan kandungan alkaloid trigonelina biji juga lebih tinggi pada tanaman yang ditanam selama musim kemarau.

Pada kedua musim tanam, tanaman kelabet yang ditanam di dataran tinggi Lembang, secara nyata memiliki kadar klorofil daun dan kadar trigonelina biji lebih rendah daripada tanaman yang ditanam di dataran rendah Purwakarta. Akan tetapi bobot kering tanaman nyata lebih berat, awal dan masa perbungaan lebih lama, serta jumlah dan persentase bunga menjadi polong lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah polong dan biji menjadi lebih banyak, bobot polong, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar lebih berat. Peningkatan pH tanah dari 5,9-6,0 menjadi 6,6-6,7 secara nyata dapa meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlah biji, bobot biji kelabet pe] tanaman dan per hektar di kedua lokasi ketinggian tempat dalam musim kemarau sedangkan dalam musim hujan tidak berpengaruh. Tetapi, kadar dan kandungar alkaloid trigonelina biji pada pH tanah 6,6-6,7 ini, nyata meningkat pada kedua musim dan lokasi ketinggian tempat tanam. Peningkatan pH tanah menjadi 7,2,-7,3 hanya berpengaruh di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau Pengaruhnya adalah dapat meningkatkan jumlah polong, bobot polong, jumlat biji, bobot biji dan kandungan trigonelina biji per tanaman dan per hektar. Peningkatan pH tanah menjadi 7,6-7,7, ternyata berpengaruh negatif dan nyata mengurangi tinggi tanaman, kadar kiorofil daun, bobot kering tanaman, jumlal; bunga, jumlah dan bobot polong, jumlah biji, bobot biji dan kandungar trigonelina biji kelabet di kedua lokasi ketinggian tempat tanam.

Pemupukan N dengan takaran 30 dan 60 kg N/ha di kedua lokasi ketinggian tempat tanam, secara nyata dapat meningkatkan tinggi tanaman, kadar klorofil daun dan bobot kering tanaman kelabet, dibandingkan dengan tanpa pemupukan N (kontrol). Peningkatan ini terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 pada musim kemarau, dan pada keempat tingkat pH tanah berbeda dalam musim hujan. Pemupukan 30 dan 60 kg N/ha juga nyata dapat meningkatkan jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, bobot biji, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet pada kedua musim tanam. Di dataran rendah Purwakarta, peningkatan ini hanya terjadi pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 sedangkan di dataran tinggi Lembang terjadi pada keempat tingkat pH tanah berbeda.

Kadar klorofrl daun, bobot kering tanaman, jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, bobot polong, kadar dan kandungan trigonelina biji kelabet tertinggi, terbanyak dan terberat, diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 6,6-6,7 pada kedua lokasi ketinggian dan musim tanam. Akan tetapi bobot biji tertinggi sebesar 7,18 g/tanaman setara dengan 1794,2 kg/ha diperoleh pada takaran pemupukan N 30 kg N/ha yang diberikan pada pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang dalam musim kemarau. Sedangkan kadar trigonelina biji tertinggi sebesar 1,52 mg/g diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha pada pH tanah 5,9-6,0 dan 6,6-6,7 di dataran rendah Purwakarta, dalam musim kemarau. Kandungan trigonelina biji tertinggi, yaitu sebesar 10,25 mg/tanaman setara dengan 2,5625 kg/ha, juga diperoleh pada takaran pemupukan 60 kg N/ha, tetapi hanya pada kondisi pH tanah 6,6-6,7 di dataran tinggi Lembang, yang ditanam selama musim kemarau.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS3 - Mathematics and Natural Sciences
Nama KontakDrs. Mahmudin, SIP.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratorinfo@lib.itb.ac.id
E-mail CKOmahmudin@unix.lib.itb.ac.id

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSINHP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id===Khasiat Bin Muhsin Fenugreek: Membantu pembesaran payudara, Memperbesar penis,gairah seks, kesehatan penis, meningkatkan aliran susu, merangsang rahim, meringankan iritasi jaringan, menurunkan demam, mengurangi gula darah, memperbaiki pencernaan, meningkatkan penyembuhan, telah pencahar, ekspektoran, diuretik, anti parasit dan anti-tumor efek, untuk mempromosikan pertumbuhan rambut (laki-laki ).Khasiat lainnya: untuk mengobati diabetes pada orang dewasa (akhir-onset diabetes), pencernaan yang buruk, radang lambung, mencegah dan mengobati turun berok/hernia,gangguan pencernaan dan TB, nyeri haid, sakit dan kurangnya tenaga kerja laktasi, atas kehilangan libido, menyakitkan testikel dan ejakulasi dini, penurunan berat badan, anoreksia dan miskin nafsu makan, sakit terkait ginjal, sakit pinggang, menyakitkan testikel, hernia, edema kaki, afrodisiak, untuk pencernaan dan bronkial keluhan, encok dan radang sendi, radang kulit, borok, bisul, eksim dan selulit

KHASIAT LISIN DALAM FENUGREEK ATAU HULBAH

FENUGREEK / HULBAH MENGANDUNG LISIN.

Lisina (bahasa Inggris lysine) merupakan asam amino penyusun protein yang dalam pelarut air bersifat basa, seperti juga histidin. Lisina tergolong esensial bagi manusia dan kebutuhan rata-rata per hari adalah 1- 1,5 g. Lisina menjadi kerangka bagi niasin (vitamin B1). Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan pelagra. Lisina juga dilibatkan dalam pengobatan terhadap penyakit herpes.

Biji-bijian serealia terkenal miskin akan lisina. Sebaliknya, biji polong-polongan kaya akan asam amino ini.



UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSINHP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id===Khasiat Bin Muhsin Fenugreek: Membantu pembesaran payudara, Memperbesar penis,gairah seks, kesehatan penis, meningkatkan aliran susu, merangsang rahim, meringankan iritasi jaringan, menurunkan demam, mengurangi gula darah, memperbaiki pencernaan, meningkatkan penyembuhan, telah pencahar, ekspektoran, diuretik, anti parasit dan anti-tumor efek, untuk mempromosikan pertumbuhan rambut (laki-laki ).Khasiat lainnya: untuk mengobati diabetes pada orang dewasa (akhir-onset diabetes), pencernaan yang buruk, radang lambung, mencegah dan mengobati turun berok/hernia,gangguan pencernaan dan TB, nyeri haid, sakit dan kurangnya tenaga kerja laktasi, atas kehilangan libido, menyakitkan testikel dan ejakulasi dini, penurunan berat badan, anoreksia dan miskin nafsu makan, sakit terkait ginjal, sakit pinggang, menyakitkan testikel, hernia, edema kaki, afrodisiak, untuk pencernaan dan bronkial keluhan, encok dan radang sendi, radang kulit, borok, bisul, eksim dan selulit