Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KANKER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KANKER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2009

PENANGANAN KANKER OVARIUM

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT Kanker Ovarium BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Penanganan Kanker Ovarium

Penulis: Dr.Nasdaldy,Sp.OG

Penanganan Kanker Ovarium

Dr. Nasdaldy, SpOG

Staf Medik Fungsional

Divisi Kanker Ginekologi, RS. Kanker Dharmais

Pendahuluan.

Kanker Ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Di Amerika Serikat pada tahun 2001 diperkirakan jumlah penderita Kanker Ovarium sebanyak 23.400 oarng yang diperkirakan meninggal sebanyak 13.900 orang. Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena penyakit ini pada awalnya bersifat asimptomatik dan baru menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 60% - 70% pasien datang pada stadium lanjut, sehingga penyakit ini disebut juga sebagai ”silent killer ” Angka kejadian penyakit ini di Indonesia belum diketahui dengan pasti karena pencatatan dan pelaporan penyakit di negeri kita kurang baik. Sebagai gambaran di RS.Kanker Dharmais ditemukan kira-kira 30 penderita setiap tahun. Kanker Ovarium erat hubungannya dengan wanita yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah atau Intenfertilitas. Study epidemiologik menyatakan beberapa faktor resiko yang penting sebagai penyebab kanker ovarium adalah wanita nullipara, melahirkan pertama kali pada usia diatas 35 tahun dan wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat ovarium, kanker payudara atau kanker kolon. Sedangkan wanita dengan riwayat kehamilan pertama terjadi pada usia dibawah 25 tahun, penggunaan pil kontrasepsi dan menyusui akan menurunkan kanker ovarium sebanyak 30 – 60%. Faktor lingkungan seperti penggunaan talk, konsumsi galaktose dan sterilisasi ternyata tidak mempunyai dampak terhadap perkembangan penyakit ini.

Gejala dan Tanda

Kanker Ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik ( kista ovarium ) dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. Bila gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik pada stadium awal dapat berupa gangguan haid. Jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama. Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites ( penimbunan cairan dalam rongga perut ) penyebaran ke omentum ( lemak perut ) dan organ-organ didalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Diagnosis

Karena sebagian besar dari kanker ovarium bermula dari suatu kista, maka apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium) kewaspadaan terhadap kista yang bersifat ganas dilakukan pada keadaan :

1.Kista cepat membesar

2.Kista pada usia remaja atau pasca menopause

3.Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan

4.Kista dengan bagian padat

5.Tumor pada ovarium

Bila ditemukan sifat kista seperti tersebut diatas, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperkuat dugaan kearah kanker ovarium seperti tindakan USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah dan bahkan mungkin diperlukan pemeriksaan CT-Scan / MRI. Pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan untuk menunjang diagnosis adalah pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca 72-4, beta – HCG dan alfafetoprotein. Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Prosedur operasi pada pasien yang tersangka kanker ovarium sangat berbeda dengan kista ovarium biasa. Hal terpenting pada operasi pasien yang tersangka kanker ovarium adalah semaksimal mungkin berusaha agar kista tersebut keluar secara utuh, kemudian dilakukan pemeriksaan ke laboratorium Patologi Anatomik (pemeriksaan potong beku). Apabila hasil pemeriksaan potong beku bukan suatu kanker, maka operasi selesai. Sebaliknya bila hasil pemeriksaan potong beku adalah kanker ovarium maka operasi dilanjutkan dengan mengangkat rahim, ovarium sisi lain, usus buntu, omentum, melakukan biopsi pada tempat yang dicurigai adanya penjalaran kanker di rongga perut dan melakukan pengambilan kelenjar getah bening di panggul. Tindakan yang komplek ini disebut sebagai ”Staging lapstotomy” yang bertujuan untuk menentukan stadium penyakit sehingga dapat ditentukan rencana pengobatan selanjutnya setelah operasi. Pada pasien yang belum mempunyai keturunan atau masih menginginkan keturunan masih bisa dipertimbangkan untuk tidak mengangkat rahim dan ovarium sisi lain. Perlu juga diketahui bahwa akurasi dari hasil pemeriksaan potong beku tersebut hanya berkisar anatar 90-95%, sehingga diagnosis dari kanker ovarium baru diketahui setelah pemeriksaan Patologi Anatomik yang definitif. Hal ini menyebabkan pada beberapa pasien dengan hasil potong beku menyatakan bukan kanker ovarium, terpaksa dilakukan operasi ” Staging laparotomy

Pengobatan

Pengobatan ovarium tergantung dari stadiumnya dan stadium kanker ovarium baru bisa ditentukan setelah dilakukan operasi ( ”Staging Laparotomy” ). Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja ( stadium 1-A dan I-B dengan derajat diferensiasi sel yang baik/ sedang ) yang tidak memerlukan lebih dari satu jenis kemoterapi (kombinasi) untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik. Kemoterapi umumnya diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efek samping kemoterapi secara berkala terhdap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Kadang-kadang kemoterapi lini pertama tidak memberikan respon terhadap penyakit sehingga diganti dengan kemoterapi lini kedua dengan konsekwensi biaya yang lebih tinggi.

Walaupun penanganan dan pengobatan kanker ovarium telah dilakukan dengan prosedur yang benar namun hasil pengobatanya sampai dengan saat ini belum mengembirakan termasuk pengobatan termasuk pengobatan yang dilakukan di pusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. Angka kelangsungan hidup 5 tahun ( ” 5 Years survival rate ” ) penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya kira-kira 20-30%, sedangkan sebagian besar penderita ( 60-70% ditemukan dalam keadaan stadium lanjut sehingga penyakit ini disebut juga dengan ” silent killer

Pencegahan

Tidak ada upaya pencegahan khusus yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah untuk mengetahui secara dini penyakit ini sehingga pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan kompliukasi yang minimal. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

  1. Pemeriksaan klinis genekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
  2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
  3. Pemeriksaan petanda tumor ( tumor marker )
  4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan tersebut diatas sangat dinjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :

  1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
  2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
  3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
  4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon



HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

SEJUTA FAKTA TENTANG TUMOR DAN KANKER LENGKAP

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT KANKER DAN TUMOR BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
KUMPULAN ARTIKEL DAN SEMINAR TENTANG KANKER
SUMBER : http://www.dharmais.co.id
:: Informasi Penyakit Kanker (Penyebab & Resiko Terjadinya Kanker)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Kerongkongan)
.:: Penyakit Tulang,Sendi dan Otot (Kanker Tulang Primer)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Kanker Paru)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Efusi Pleura)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Asma)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Pembesaran Prostat Jinak)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Testis)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Penis)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kista Payudara)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Vulva)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Vagina)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Saluran Telur)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Rahim)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Payudara)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Leher Rahim)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Indung Telur)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Kolorektal)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Usus Halus)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Pengobatan Kanker)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Kanker & Sistem Kekebalan)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Diagnosis Kanker)
.:: Penyakit Gigi dan Mulut (Kanker & Pertumbuhan Lainnya di Mulut)
.:: Penyakit Hormon dan Endokrin (Kanker Tiroid)
.:: Penyakit Mata (Melanoma Koroid)
.:: Penyakit Mata (Tumor Kelopak Mata)
.:: Penyakit Mata (Tumor Jinak Konjungtiva)
.:: Penyakit THT (Kanker Nasofaring)
.:: Penyakit THT (Kanker Leher Metastatik)
.:: Penyakit THT (Kanker Leher dan Kepala)
.:: Penyakit THT (Kanker Laring)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Uretra)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Pelvis Renalis & Ureter)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Kandung Kemih)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Ginjal)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Limfoma Non Hodgkin))
.:: Penyakit Kelainan Darah (Limfoma Burkitt)
.:: Penyakit Pada Anak (Tumor Wilms)
.:: Penyakit Pada Anak (Neuroblastoma)
.:: Penyakit THT (Kanker Tonsil)
.:: Penyakit PAda Anak (Hepatitis)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Prostat)
.:: Penyakit Pada Anak (Infeksi HIV)
.:: Penyakit Pada Anak (Retinablastoma)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia Limfositik Kronik)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Mielositik Kronik)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia Limfositik Akut)
.:: Pencegahan Kanker Pada Anak
.:: Tata Laksana Muntah Bagi Anak Yang Menjalani Kemoterapi
.:: Bangsal Yang Bersahabat
.:: Leukemia pada Anak
.:: Waspada Kanker Pada Anak
.:: Mengapa Kanker Hampir Selalu Terlambat Diketahui?
.:: Kemoterapi Akibat dan Manfaatnya
.:: Mengapa Kanker Hampir Selalu Terlambat Diketahui?
.:: Deteksi Dini Kanker Payudara dan Pemeriksaan Mammogafi
.:: Abstracts Why Tumor Malignancy
.:: Klinik Urologi RSKD
.:: Pemeriksaan Petanda Tumor
.:: Nutrisi Pada Penderita Kanker
.:: Mengenal Kanker Kulit Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahannya
.:: Kemoterapi: Manfaat dan Efek Samping
.:: Permasalahan Deteksi Dini dan Pengobatan Kanker Payudara
.:: Masalah Keterlambatan Diagnostik Dini dan Upaya Diagnosis Dini
.:: Peran Akupunktur Medik dalam Terapi Kanker
.:: Menjaga Kesehatan Mulut & Gigi Sebagai Persiapan Pasien Kanker Sebelum Radiasi & Kemoterapi
.:: Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Bedah Plastik
.:: Terapi Kanker Saluran Cerna
.:: Kanker Kolorektal
.:: Penanganan Kanker Ovarium
.::
.:: NUTRISI PADA PENDERITA KANKER
.:: KANKER NASOFARING



HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id



INSYA ALLAH DG HABBAT`S SEHAT SEGALA MACAM PENYAKIT BISA DIOBATI. AMIN. HABBATS SEHAT MENGANDUNG HABBATUSSAUDA(JINTEN HITAM) , OLIVE OIL (MINYAK ZAITUN), HONEY (MEL/MADU, ZINGIBERIS RHIZOMA (JAHE GAJAH).
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id

Senin, 08 Juni 2009

Kanker menjadi primadona media, ada apa ini?

Berita terpopuler ksehatan kompas hari ini 8 Juni 2008

Berita trkini kesehatan kompas hari ini 8 Juni 2009

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===

Kamis, 04 Juni 2009

Mungkinkah Menghindari Kanker?


Kamis, 4 Juni 2009 | 12:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian orang menganggap penyakit kanker adalah takdir hidup yang tak bisa diubah. Mendengar vonis kanker pun seolah mendengar lonceng kematian. Benarkah kanker tak bisa dihindari dan kita cuma bisa pasrah menerima takdir ini?

"Tentu saja bisa. Bahkan orang yang punya risiko beberapa jenis kanker pun masih punya harapan bebas dengan cara mengubah gaya hidupnya," ujar Karen Collins, dari American Institute for Cancer Research. Menurut lembaga tersebut, ada tiga langkah yang bisa "menyelamatkan" seseorang dari kemungkinan terkena kanker, yakni makan makanan sehat, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga.

"Datanya jelas bahwa kita bisa mengurangi risiko penyakit kanker dengan tiga langkah ini," kata Collins. Dan jika ditambahkan dengan berhenti merokok, maka kemungkinan bebas dari kanker bertambah 30 persen. "Setengah dari jenis kanker yang ada sekarang bisa dicegah," tambahnya.

dr Virginia Kaklamani, onkologis dengan spesialisasi pada kanker payudara, menambahkan naiknya berat badan ikut menaikkan risiko terkena kanker, dan kegiatan fisik, seperti olahraga, bisa mengurangi risiko tersebut.

Baru-baru ini, World Cancer Research Fund menerbitkan laporan berjudul Food, Nutrition, Physical Activity and the Prevention of Cancer: A Global Perspective yang menyajikan kunci sehat untuk meminimalkan risiko kanker, yang dibuat berdasarkan penelitian terhadap 7.000 kajian kanker. Rekomendasi mereka di antaranya:

- Berat badan
Jaga body mass index (BMI) antara 21 dan 25 dan hindari kenaikan berat badan secara berlebihan di usia dewasa. Cara menghitungnya adalah bobot dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat.

- Olahraga
Lakukan olahraga dengan intensitas sedang, minimal 30 menit setiap hari. Idealnya, setiap hari kita berolahraga 60 menit.

- Pola makan
Pilih menu makanan sehat. Para ahli menyarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat, seperti sayur, buah, atau gandum. Hindari konsumsi gula dan garam, serta minuman beralkohol.

- Suplemen
Penuhi kebutuhan gizi dan vitamin dari makanan, bukan suplemen.

Deteksi dini untuk mendeteksi kemungkinan kanker sebelum timbulnya keluhan juga disarankan, misalnya pemeriksaan leher rahim (pap smear) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim. Screening perlu dilakukan terutama oleh mereka yang punya riwayat kanker dalam keluarganya.

link: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/04/12341323/mungkinkah.menghindari.kanker
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===

Kamis, 17 Juli 2008

Penderita Kanker Serviks Rentan Alami Gangguan Ginjal

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA PENYAKIT KANKER BISA DI CEGAH DAN DI SEMBUHKAN. AMIN . HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===
sumber:
kompas.com

===

JAKARTA, KAMIS - Penderita kanker serviks ternyata berisiko tinggi mengalami gangguan pada organ ginjal. Setiap tahun, diperkirakan terdapat 460.000 kasus baru kanker invasif (kanker yang telah mengalami penyebaran) yang terdiagnosis dan menjadi penyebab lebih dari 250.000 kematian pada tahun 2005. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80 persen kematian itu terjadi di negara berkembang.

"Tanpa penatalaksanaan yang adekuat, diperkirakan kematian akibat kanker serviks atau leher rahim akan meningkat 25 persen dalam 10 tahun mendatang," kata dr Imam Rasjidi saat mempertahankan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor dalam ilmu epidemiologi Universitas Indonesia, Kamis (17/7), di Jakarta. Imam lulus dengan predikat cumlaude atau sangat memuaskan.

Data kanker yang berbasis patologi pada 13 pusat laboratorium patologi menyatakan, kanker serviks merupakan kanker dengan prevalensi (persentase orang sakit pada sekelompok penduduk) lebih kurang 36 persen. Jadi, dengan populasi penduduk Indonesia saat ini yang berjumlah sekitar 220 juta, terdapat sekitar 52 juta perempuan yang terancam kanker serviks.

Hal ini sesuai dengan perkiraan dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional yang memperkirakan insiden atau angka kejadian kanker di Indonesia minimum seratus kejadian per 100.000 penduduk per tahun. Sementara di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo tahun 1998, jumlah kasus baru kanker serviks menduduki peringkat pertama, yaitu 26,2 persen. Banyak pasien datang pada stadium IIB yaitu stadium dengan gangguan fungsi ginjal.

Saat ini masyarakat Indonesia mengalami kesulitan dalam pembiayaan kesehatan padahal pasien kanker serviks stadium lanjut dengan gangguan fungsi ginjal juga mengalami gangguan multipatologi pada sistem urogenitalnya (sistem berkemih dan kelaim) sehingga membutuhkan waktu rawat lebih lama dan butuh pemeriksaan penunjang yang canggih. Karena itu, perlu diupayakan program penatalaksanaan pasien kanker serviks stadium lanjut dengan gangguan fungsi ginjal yang efektif sekaligus murah, ujarnya.


Minggu, 01 Juni 2008

Ketika Sel-sel Kanker Membeku

INSYA ALLA DENGAN NIGELLA PLUS PENYAKIT KANKER DAN TUMOR BISA DIOBATI.

Nigella Plus Racikan tepat Habbatussauda + Hulbah + Ginseng sangat tepat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Amin. Pemesanan hubungi Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)

===

Oleh EVY RACHMAWATI

Di usia paruh baya, segudang penyakit menyerang tubuh Robiyanto. Sel-sel kanker menggerogoti paru-parunya. Aktivitas kerja yang ditekuninya pun terhenti. Rasa putus asa mendera tatkala segala macam pengobatan yang dijalani tak juga membuahkan hasil memuaskan.

Kebiasaannya merokok sejak kecil, sekitar kelas 5 SD, merupakan pangkal masalah kesehatannya. Selama puluhan tahun ia menghabiskan satu hingga dua bungkus rokok keretek setiap hari. ”Di mana pun berada, saya sulit lepas dari rokok. Abu rokok berserakan di seluruh penjuru rumah. Di kamar tidur pun saya merokok,” ujar pria berusia 55 tahun itu.

Beberapa tahun silam, sang istri didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium lanjut. Namun, istrinya enggan menjalani kemoterapi dan terapi lain hingga mengembuskan napas terakhir pada tahun 2003. Sepeninggal istrinya, Robiyanto dihantui rasa bersalah karena merasa kecanduannya merokoklah penyebab pendamping hidupnya terserang tumor ganas.

Ia pun terbenam dalam penyesalan. Untuk melampiaskan rasa bersalah, pria berkulit putih itu makin larut dalam kebiasaan merokok. Setiap hari, ia bisa menghabiskan empat bungkus rokok ditambah beberapa gelas kopi. Seisi rumahnya pun dipenuhi pekatnya asap rokok. ”Saya kehilangan semangat hidup sepeninggal istri saya,” kata Robiyanto.

Hal itu mengakibatkan kondisi kesehatannya memburuk hingga akhirnya ia terserang stroke pada Oktober 2006. Separuh tubuhnya lumpuh. Dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit St Carolus Jakarta, paru-parunya dibiopsi. Hasilnya menunjukkan, sel-sel kanker menggerogoti tubuhnya dan telah memasuki stadium lanjut. Jantungnya juga bocor.

Berkat dorongan keluarganya, semangat Robiyanto untuk sembuh agar bisa beraktivitas secara normal mulai bangkit. Namun, harapannya untuk sembuh nyaris pupus ketika tim medis dari rumah sakit kanker di Jakarta tak bisa menemukan induk sel-sel kankernya. Ia lalu beralih berobat ke Singapura dan akhirnya diketahui induk kankernya di kepala dan paru-paru.

Di Singapura, tumor ganas di kepala pria humoris ini diangkat. Sedangkan tumor ganas di bagian paru-paru tidak berani dioperasi lantaran lokasinya tersembunyi dan dekat dengan organ vital, yaitu area jantung. Pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi. Meski telah menjalani tiga tahapan kemoterapi, tumornya terus membesar.

”Setiap dikemoterapi, rasanya sangat tidak enak, terasa mual, rambut rontok. Pemulihannya butuh waktu agak lama,” kata Robiyanto. Setelah kemoterapi tak membuahkan hasil memuaskan, ia kemudian beberapa kali mencoba terapi target, tetapi juga tidak sanggup mematikan sel kanker di bagian paru. Padahal, ia telah menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah untuk terapi.

Ia lalu memutuskan menghentikan segala jenis terapi sejak Oktober lalu dan cuma pasrah menunggu hari terakhir. Sehari-hari, ia hanya mengonsumsi suplemen. Akibat terkena komplikasi stroke, masalah jantung, dan kanker, ia sering sesak napas. Untuk berjalan ke ruang makan saja sulit sekali dia lakukan. ”Beberapa bulan tidak berobat, tumor membesar dua kali lipat dari lima sentimeter jadi 10 cm,” ujarnya.

Atas anjuran kerabatnya, ia mencoba menjalani terapi cryo (pembekuan sel-sel kanker hingga suhu -100° Celsius) di Pusat Kanker Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta. Sebelum diterapi cryo, ia terlebih dulu diperiksa dengan ultrasonografi (USG) dan pencitraan untuk mengetahui secara tepat posisi tumornya.

Setelah dibius lokal, bagian dadanya ditusuk dengan empat jarum hingga mengenai tumor ganas berbentuk padat yang ada di paru-parunya. Melalui jarum itu, gas helium (He) dialirkan ke tubuh untuk mendinginkan tumor dalam tubuhnya hingga minus 150° Celsius. Setelah membeku, gas argon (Ar) disuntikkan agar suhu tubuh kembali normal. Untuk membekukan tumor, proses pendinginan dan pemanasan itu diulang sekali lagi.

Usai diterapi, ia mengaku tidak lagi sesak napas. ”Saya sempat khawatir terapinya tidak bisa dilakukan karena sehari sebelumnya saya sesak napas sampai harus dipasang alat bantu pernapasan,” ujarnya. Ternyata proses pemulihan pascaoperasi sangat cepat. Sehari setelah diterapi, ia bisa berbicara dengan lancar dan sesak napasnya jauh berkurang.

Tanpa bedah

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia. Di negara maju, sebagian besar pasien datang pada stadium rendah. Sebaliknya, di Indonesia dan sejumlah negara berkembang lain, pasien datang pada stadium lanjut. Banyak pasien baru tahu terserang kanker saat berobat untuk jenis penyakit lain.

Sebenarnya pada stadium dini, harapan hidup lima tahun tanpa penyakit mencapai lebih dari 50 persen. Pada stadium rendah, operasi dapat segera dilakukan dan pada keadaan tertentu juga dapat dilakukan operasi pengangkatan tumor.

Sedangkan pada stadium lanjut, pengobatan lebih bersifat paliatif atau memfokuskan pada upaya mempertahankan kualitas hidup. Pada stadium ini mungkin hanya bisa dilakukan biopsi dan terapi paliatif, baik dengan radiasi maupun pengobatan medik. Untuk kemoterapi, dulu hanya beberapa obat saja yang dikenal, sementara saat ini banyak jenis obat baru seperti golongan taxane dan gemcitabine. Kini datang obat baru golongan terapi target yang penggunaannya hanya boleh sesuai indikasi dan tepat guna.

Kini di Indonesia diterapkan terapi cryo, salah satu cara diagnosis dan pengobatan baru terhadap penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu. Terapi ini berfungsi membekukan sel tumor dengan cara membekukannya. Terapi ini biasanya dilakukan dengan memakai media jarum untuk mendinginkan tumor sampai -100° Celsius.

Menurut Ketua Asosiasi Bedah Cryo Internasional Prof Franco Lugnani, terapi dingin pada pasien tidak perlu dengan pembedahan pada organ tubuh yang terserang sel kanker. ”Jadi, terapinya dilakukan dengan mencari lokasi kanker itu melalui CT-scan, lalu jarum cryo ditusukkan lewat permukaan kulit,” ujarnya dalam seminar bertema ”Recent Advances in Cancer Diagnosis & Therapy” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ahli terapi cryo dari Rumah Sakit Kanker Fuda Guangzhou Prof Xu Ke Cheng menjelaskan, terapi ini cocok digunakan pada pasien kanker yang telah memasuki stadium lanjut yang gagal diterapi dengan operasi dan kemoterapi. Di China, mayoritas pasien berobat ketika kankernya sudah stadium tiga dan empat.

Dari sejumlah kasus penderita kanker yang ditanganinya, terapi pembekuan ternyata lebih efektif dan banyak berhasil ketimbang operasi pengangkatan. Sejauh ini, jenis kanker yang bisa diterapi cryo antara lain kanker prostat, kanker hati, dan kanker paru yang ada pada stadium dua. Terapi ini terutama digunakan pada tumor padat berukuran besar—diameter lebih dari 2 sentimeter—bukan tumor yang ada dalam aliran darah.

Selama ini pengobatan kanker cenderung dilakukan dengan cara ”pemanasan” (melibatkan unsur panas dalam prosesnya). Pengobatan ini membutuhkan pemulihan lama dan efek samping seperti mual dan rambut rontok. ”Ternyata dengan (proses) pendinginan, hasilnya cukup efektif dan bisa dilakukan berulang kali. Untuk menghindari komplikasi, jarum harus ditusukkan pada lokasi yang tepat,” tambahnya.

Sebenarnya ”terapi dingin” ini bukan hal baru dalam dunia kedokteran. Terapi ini sudah ditemukan sekitar seabad silam dalam metode pembedahan. Namun, cara itu mulai ditinggalkan lantaran sistem pendinginan turut membekukan jaringan sel yang masih sehat di sekitar tumor sehingga menimbulkan banyak komplikasi.

Pada awal 1990-an, metode terapi cryo berhasil disempurnakan dengan dukungan teknologi canggih. Jadi, terapi itu tidak bisa diterapkan tanpa alat deteksi seperti CT-scan dan ultrasonografi. ”Kini mulai dikembangkan terapi cryo dengan intervensi minimal melalui media jarum,” kata ahli terapi cryo dari RS Kanker Fuda Guangzhou, China, Associate Professor Niu Lizhi.

”Dengan invasi minimal, maka efek samping pascaterapi pembekuan bisa diminimalisasi. Di China metode ini telah digunakan kepada ribuan pasien, termasuk penderita yang takut dioperasi,” kata Niu. Masa pemulihan pascabedah cryo cukup singkat. Bahkan, banyak pasien kondisinya pulih hanya dalam waktu dua hari.

Terapi ”pendinginan”, menurut Associate Professor dari Universitas Bern, Switzerland, Hans U Baer, juga sangat bermanfaat untuk mengatasi kanker pankreas yang sulit diobati. Keberadaan terapi ini bagian dari upaya paliatif yang memberi harapan bagi penderita kanker untuk mengurangi rasa sakit.

SUMBER:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/28/02154023


Nigella Plus Racikan tepat Habbatussauda + Hulbah + Ginseng sangat tepat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Amin. Pemesanan hubungi Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)

Jumat, 30 Mei 2008

Saatnya Mencegah Kanker Serviks

CEGAH DAN ATASI KANKER DENGAN HABBATUSSAUDA INSYA ALLAH SEMBUH. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

KANKER merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah tak asing lagi ditelinga. Berbagai jenis kasus baru ditemukan, namun jenis kasus kanker manakah yang paling tinggi prevalensinya, khususnya di kalangan perempuan? Dan bagaimanakah cara untuk mencegahnya?

Belakangan ini mulai marak terdengar berita-berita mengenai kenker serviks. Apakah sebenarnya kanker serviks?
Seberapa seringkah kanker serviks terjadi pada perempuan Indonesia? Kanker serviks (cervical cancer)
adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang
berhubungan dengan vagina.

Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga
merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap
harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan
dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma
virus
(HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar
tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling
sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun).

Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko
rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah
hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin).

Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem
kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada
kenker serviks. Dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat menjadi tumor.

Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah
serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan
Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah
berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada
vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang
berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi.
Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja.

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan
perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker
serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena
tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik.

Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin
besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus
kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu
pencegahan kanker serviks. Ayo bantu cegah kanker serviks sekarang!

M2-09

SUMBER:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/10223635


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Saatnya Mencegah Kanker Serviks

CEGAH DAN ATASI KANKER DENGAN HABBATUSSAUDA INSYA ALLAH SEMBUH. AMIN

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

KANKER merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah tak asing lagi ditelinga. Berbagai jenis kasus baru ditemukan, namun jenis kasus kanker manakah yang paling tinggi prevalensinya, khususnya di kalangan perempuan? Dan bagaimanakah cara untuk mencegahnya?

Belakangan ini mulai marak terdengar berita-berita mengenai kenker serviks. Apakah sebenarnya kanker serviks?
Seberapa seringkah kanker serviks terjadi pada perempuan Indonesia? Kanker serviks (cervical cancer)
adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang
berhubungan dengan vagina.

Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga
merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap
harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan
dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma
virus
(HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar
tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling
sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun).

Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko
rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah
hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin).

Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem
kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada
kenker serviks. Dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat menjadi tumor.

Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah
serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan
Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah
berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada
vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual.

HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang
berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi.
Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja.

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan
perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker
serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena
tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik.

Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin
besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus
kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu
pencegahan kanker serviks. Ayo bantu cegah kanker serviks sekarang!

M2-09

SUMBER:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/01/31/10223635


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Rabu, 28 Mei 2008

Sakit Gusi Pertanda Awal Kanker?

INSYA ALLAH DENGAN NIGELLA PLUS SAKIT KANKER BISA DI CEGAH DAN DIOBATI. AMIN.

Nigella Plus Racikan tepat Habbatussauda + Hulbah + Ginseng sangat tepat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Amin. Pemesanan hubungi Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)

=======

BAGI Anda yang pernah mengalami problem dengan gusi sebaiknya mulai waspada. Penyakit gusi, baik yang dialami perokok maupu non-perokok, ternyata dapat menjadi sebuah isyarat akan bertambahnya risiko mengidap kanker.

Para peneliti dari Imperial College London Inggris dalam laporannya, Senin (26/5) menyatakan penyakit gusi berkaitan dengan bertambahnya kemungkinan mengidap sejumlah penyakit seperti kanker paru, kanker ginjal, pankreas dan kanker darah.

Seperti dimuat jurnal Lancet Oncology, kesimpulan itu diambil para peneliti setelah melakukan riset dan analisis terhadap catatan kesehatan 50 ribu orang pria Amerika sejak 1986.

Hasil penelitan menunjukkan, besarnya risiko mengidap kanker tak hanya berlaku pada perokok yang mengalami problem gusi . Hadirnya penyakit gusi pada pria non-perokok pun dapat menandakan bertambahnya risiko kanker.

Menurut riset, mereka yang punya sejarah penyakit gusi mengalami penambahan risiko kanker sebesar 14 persen ketimbang yang tak pernah mengalaminya. Penyakit gusi juga dihubungkan dengan peningkatan risiko 30 persen mengidap kanker paru, sedangkan risiko kanker ginjal dan kelenjar pankreas bisa naik hingga 50 persen. Untuk jenis kanker yang menyerang sel darah, risiko akan meningkat hingga 30 persen di antara pria pengidap penyakit gusi.

Sementara itu, pria pengidap sakit gusi non-perokok tidak akan mengalami peningkatan risiko mengidap kanker paru. Namun begitu, risiko mereka sedikit lebih besar untuk jenis kanker lain dan rata-rata risiko yang sama untuk kanker darah.

Ada beragam teori yang dapat menjelaskan mengapa hadirnya penyakit gusi berkaitan dengan penyakit lainnya. Menurut para ahli, orang yang mengalami infeksi pada gusi melepaskan sejenis enzim yang menjadi tanda bahwa peradangan mungkin akan menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, ada indikasi bawa bakteri yang berkaitan dengan penyakit gusi dapat menimbulkan masalah pada bagian tubuh lainnya.

Pimpinan riset Dr Dominique Michaud, menyatakan adanya peningkatan risiko mengalami kanker darah dapat kaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Para ahli mengindikasikan, kehadiran yang rutin penyakit gusi bisa menjadi pertanda lemahnya sistem kekebalan tubuh yang juga dapat mempermudah terjadinya kanker.

"Temuan ini mungkin dapat mewakili kesamaan fungsi kekebalan serta respon terhadap peradangan , yang akhirnya berujung pada kerentanan tubuh terhadap penyakit baik penyakit periodontal maupun kanker hematologis,' ujarnya.

Walau begitu, mereka mengatakan ada kemungkinan bahwa penyakit gusi yang sudah lama diderita akan memicu perubahan sistem kekebalan yang justru membantu kanker tumbuh, atau bakteri dari gusi dalam langsung menyebabkan kanker dalam jaringan mulut atau kerongkongan ketika tertelan.


AC
Sumber : BBC

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/15331413/sakit.gusi.pertanda.awal.kanker


Nigella Plus Racikan tepat Habbatussauda + Hulbah + Ginseng sangat tepat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Amin. Pemesanan hubungi Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)

Rabu, 23 April 2008

TUMOR


INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA SAKIT TUMOR BISA DIOBATI. AMIN. HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Tumor (berasal dari tumere bahasa Latin, yang berarti "bengkak"), merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun, istilah ini sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat diogolongkan sebagai ganas ("malignant") atau jinak ("benign").

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak tissue yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih metastasis, tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.

Berdasarkan tissue awal, tumor dapat dibagi menjadi:

Tumor epithelial dianggap ganas bila dia menembus basal lamina dan dianggap jinak bila tidak.

Tumor disebabkan oleh mutasi dalam DNA sel. Sebuah penimbunan mutasi dibutuhkan untuk tumor dapat muncul. Mutasi yang mengaktifkan onkogen atau menekan gen penahan tumor dapat akhirnya menyebabkan tumor. Sel memiliki mekanisme yang memperbaiki DNA dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel untuk menghancurkan dirinya melalui apoptosis bil DNA rusak terlalu parah. Mutasi yang menahan gen untuk mekanisme ini dapat juga menyebabkan kanker. Sebuah mutasi dalam satu oncogen atau satu gen penahan tumor biasanya tidak cukup menyebabkan terjadinya tumor. Sebuah kombinasi dari sejumlah mutasi dibutuhkan.

DNA microarray dapat digunakan untuk menentukan apakah oncogene atau gen penahan tumor telah termutasi. Di masa depan kemungkinan tumor dapat dirawat lebih baik dengan menggunakan DNA microarray untuk menentukan karakteristik terperinci dari tumor.

Penuaan menyebabkan lebih banyak mutasi di DNA mereka. Ini berarti "prevalence" tumor meningkat kuat sejalan dengan penuaan. Ini juga kasus di mana orang tua yang terdapat tumor, kebanyakan tumor ini merupakan tumor ganas. Contohnya, bila seorang wanita berumur 20 tahun memiliki tumor di dadanya kemungkinan besar tumor ini adalah jinak. Namun, apabila wanita berumur 70 tahun makan kemungkinan besar tumor ini adalah ganas.

SUMBER:

http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor

TUMOR


INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA SAKIT TUMOR BISA DIOBATI. AMIN. HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Tumor (berasal dari tumere bahasa Latin, yang berarti "bengkak"), merupakan salah satu dari lima karakteristik inflamasi. Namun, istilah ini sekarang digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan jaringan biologis yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat diogolongkan sebagai ganas ("malignant") atau jinak ("benign").

Tumor ganas disebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak tissue yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih metastasis, tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.

Berdasarkan tissue awal, tumor dapat dibagi menjadi:

Tumor epithelial dianggap ganas bila dia menembus basal lamina dan dianggap jinak bila tidak.

Tumor disebabkan oleh mutasi dalam DNA sel. Sebuah penimbunan mutasi dibutuhkan untuk tumor dapat muncul. Mutasi yang mengaktifkan onkogen atau menekan gen penahan tumor dapat akhirnya menyebabkan tumor. Sel memiliki mekanisme yang memperbaiki DNA dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel untuk menghancurkan dirinya melalui apoptosis bil DNA rusak terlalu parah. Mutasi yang menahan gen untuk mekanisme ini dapat juga menyebabkan kanker. Sebuah mutasi dalam satu oncogen atau satu gen penahan tumor biasanya tidak cukup menyebabkan terjadinya tumor. Sebuah kombinasi dari sejumlah mutasi dibutuhkan.

DNA microarray dapat digunakan untuk menentukan apakah oncogene atau gen penahan tumor telah termutasi. Di masa depan kemungkinan tumor dapat dirawat lebih baik dengan menggunakan DNA microarray untuk menentukan karakteristik terperinci dari tumor.

Penuaan menyebabkan lebih banyak mutasi di DNA mereka. Ini berarti "prevalence" tumor meningkat kuat sejalan dengan penuaan. Ini juga kasus di mana orang tua yang terdapat tumor, kebanyakan tumor ini merupakan tumor ganas. Contohnya, bila seorang wanita berumur 20 tahun memiliki tumor di dadanya kemungkinan besar tumor ini adalah jinak. Namun, apabila wanita berumur 70 tahun makan kemungkinan besar tumor ini adalah ganas.

SUMBER:

http://id.wikipedia.org/wiki/Tumor

Selasa, 22 April 2008

Kista Ovarium, Ganaskah?


DENGAN HABBATUSSAUDA INSYA ALLAH SAKIT KISTA BISA DIOBATI. AMIN.

Habbatussauda obat segala macam penyakit kecuali kematian (HR. Bukhari - Muslim) Untuk pemesanan hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau kunjungi http://www.binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com

Kista Ovarium, Ganaskah?

Pertanyaan:
Ass Wr Wb
Dokter, sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena telah membaca e-mail saya. Saya seorang mahasiswi, menderita tumor kista. Saya bingung dan takut sekali. Apakah sebenarnya penyebab penyakit kista, khususnya pada gadis seusia saya (19 tahun), dan adakah cara pengobatan tradisional yang bisa membantu penyembuhan penyakit saya tanpa harus menjalani operasi karena saya takut tidak memiliki keturunan. Apakah pengaruhnya jika penyakit ini saya biarkan terlalu lama.
Terima kasih, dokter, atas balasannya.

Wassalam Wr Wb
Ina, Medan

Jawaban
Kista umumnya tidak ganas, tetapi ada juga yang bersifat kanker. Walaupun tidak ganas, adanya kista di ovarium biasanya mengganggu siklus menstruasi dan menimbulkan rasa nyeri di perut bagian bawah. Karena itu, jika terdapat kista sebaiknya segera minta penanganan dokter ahli.

Kista yang bersifat fisiologis lazim terjadi dan itu normal-normal saja. Sesuai siklus menstruasi, di ovarium timbul folikel dan folikelnya berkembang, dan gambarnya seperti kista. Biasanya kista tersebut berukuran di bawah 5 cm, dan dalam tiga bulan akan hilang. Jadi, kista yang bersifat fisiologis tidak perlu operasi, karena tidak berbahaya dan tidak menyebabkan keganasan.

Kista yang bersifat fisiologis ini dialami oleh orang di usia reproduksi karena dia masih mengalami menstruasi. Bila seseorang diperiksa ada kista, jangan takut dulu, karena mungkin kistanya bersifat fisiologis. Biasanya kista fisiologis tidak menimbulkan nyeri pada saat haid.

Kista ovarium yang bersifat ganas disebut juga kanker ovarium. Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian yang tinggi karena penyakit ini pada awalnya bersifat tanpa gejala dan tanpa menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 60 -70 persen pasien datang pada stadium lanjut, penyakit ini disebut juga sebagai silent killer. Angka kejadian penyakit ini di Indonesia belum diketahui dengan pasti.

Sampai sekarang belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanya keganasan ovarium itu. Sekarang yang bisa dipakai masih menggunakan USG, tetapi itu agak sulit kalau diterapkan secara massal karena biayanya cukup mahal. Berbeda halnya dengan kanker serviks (mulut rahim -Red) yang bisa dideteksi dini dengan papsmear.

Untuk menurunkan risiko keganasan ovarium orang menggunakan pil KB. Risiko terjadinya kanker ovarium pada mereka bisa lebih kecil. Karena kanker ovarium terjadi kalau ovariumnya aktif, mengalami pertumbuhan folikel. Tapi dengan menggunakan kontrasepsi hormonal, terutama pil KB, proses itu pada ovarium ditekan, sehingga risikonya terjadi keganasan pada ovarium akan menurun.

Faktor apa saja yang dapat menyebabkan kanker? Cukup banyak! Makanan tinggi lemak dan kurang serat, zat-zat tambahan sintetik pada makanan, kurang olahraga, merokok, polusi, virus, sering stres, dan masih banyak lagi yang lain. Pokoknya gaya hidup yang tidak sehat berpotensi memicu dan memacu pertumbuhan kanker.

Faktor genetik juga berpengaruh. Ada sebagian orang yang secara genetik lebih besar kecenderungannya untuk menderita kanker, ada pula orang yang secara genetik lebih kecil kemungkinannya. Sebab itu, jika dalam riwayat kesehatan keluarga kita ada beberapa orang yang diketahui menderita kanker, misalnya ayah, ibu, kakak, paman, bibi, kakek, nenek, dan lain-lain, maka kita harus lebih waspada menghindari faktor-faktor lain yang dapat memicu kanker. Harus lebih selektif memilih makanan yang sehat, lebih teratur berolahraga, jangan merokok, dan hindari hidup di antara para perokok.

Dalam tubuh kita terdapat gen-gen yang potensial memicu kanker, yaitu yang disebut proto-onkogen. Karena suatu sebab tertentu, misalnya karena makanan yang bersifat karsinogen (karsinogen artinya dapat menyebabkan kanker), polusi, atau terpapar pada zat-zat kimia tertentu, atau karena radiasi, proto-onkogen ini dapat berubah menjadi onkogen, yaitu gen pemicu kanker.

Gejala dan tandanya
Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. Gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik. Pada stadium awal dapat berupa gangguan haid. Jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama.

Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut), penyebaran ke omentum (lemak perut), dan organ-organ di dalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati. Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak napas.

Karena sebagian besar dari kasus kanker ovarium bermula dari suatu kista, maka apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium). Kewaspadaan terhadap kista yang bersifat ganas dilakukan bila:

1. Kista cepat membesar.
2. Kista pada usia remaja atau pascamenopause.
3. Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan.
4. Kista dengan bagian padat.
5. Tumor pada ovarium.

Kista ovarium ini bersifat neoplasti, ada yang jinak dan ganas. Pada kista ovarium yang jinak sebaiknya diangkat. Terdapat risiko yang paling ditakuti yaitu mengalami degenerasi keganasan. Di samping itu juga bisa mengalami torsi atau terpuntir sehingga menimbulkan nyeri akut, perdarahan, atau infeksi. Sedangkan prosedur operasi pada pasien yang tersangka kanker ovarium sangat berbeda dengan kista ovarium biasa.

Hal terpenting pada operasi pasien yang tersangka kanker ovarium adalah semaksimal mungkin berusaha agar kista tersebut keluar secara utuh, kemudian dilakukan pemeriksaan ke laboratorium Patologi Anatomik (pemeriksaan potong beku). Apabila hasil pemeriksaan potong beku bukan suatu kanker, maka operasi selesai. Sebaliknya bila hasil pemeriksaan potong beku adalah kanker ovarium maka operasi dilanjutkan dengan mengangkat rahim, ovarium sisi lain, usus buntu, omentum, melakukan biopsi pada tempat yang dicurigai adanya penjalaran kanker di rongga perut dan melakukan pengambilan kelenjar getah bening di panggul.

Sebaiknya tidak mengobati kista ovarium dengan pengobatan tradisional melihat kemungkinan terjadi keganasan. Konsultasikan dengan dokter Anda. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Terima kasih.

SUMBER:

http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=2&id=239500&kat_id=105&kat_id1=150&kat_id2=204


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id