Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL TUMOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL TUMOR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2009

PENANGANAN KANKER OVARIUM

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT Kanker Ovarium BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Penanganan Kanker Ovarium

Penulis: Dr.Nasdaldy,Sp.OG

Penanganan Kanker Ovarium

Dr. Nasdaldy, SpOG

Staf Medik Fungsional

Divisi Kanker Ginekologi, RS. Kanker Dharmais

Pendahuluan.

Kanker Ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Di Amerika Serikat pada tahun 2001 diperkirakan jumlah penderita Kanker Ovarium sebanyak 23.400 oarng yang diperkirakan meninggal sebanyak 13.900 orang. Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena penyakit ini pada awalnya bersifat asimptomatik dan baru menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 60% - 70% pasien datang pada stadium lanjut, sehingga penyakit ini disebut juga sebagai ”silent killer ” Angka kejadian penyakit ini di Indonesia belum diketahui dengan pasti karena pencatatan dan pelaporan penyakit di negeri kita kurang baik. Sebagai gambaran di RS.Kanker Dharmais ditemukan kira-kira 30 penderita setiap tahun. Kanker Ovarium erat hubungannya dengan wanita yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah atau Intenfertilitas. Study epidemiologik menyatakan beberapa faktor resiko yang penting sebagai penyebab kanker ovarium adalah wanita nullipara, melahirkan pertama kali pada usia diatas 35 tahun dan wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat ovarium, kanker payudara atau kanker kolon. Sedangkan wanita dengan riwayat kehamilan pertama terjadi pada usia dibawah 25 tahun, penggunaan pil kontrasepsi dan menyusui akan menurunkan kanker ovarium sebanyak 30 – 60%. Faktor lingkungan seperti penggunaan talk, konsumsi galaktose dan sterilisasi ternyata tidak mempunyai dampak terhadap perkembangan penyakit ini.

Gejala dan Tanda

Kanker Ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik ( kista ovarium ) dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. Bila gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik pada stadium awal dapat berupa gangguan haid. Jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama. Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites ( penimbunan cairan dalam rongga perut ) penyebaran ke omentum ( lemak perut ) dan organ-organ didalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Diagnosis

Karena sebagian besar dari kanker ovarium bermula dari suatu kista, maka apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium) kewaspadaan terhadap kista yang bersifat ganas dilakukan pada keadaan :

1.Kista cepat membesar

2.Kista pada usia remaja atau pasca menopause

3.Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan

4.Kista dengan bagian padat

5.Tumor pada ovarium

Bila ditemukan sifat kista seperti tersebut diatas, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperkuat dugaan kearah kanker ovarium seperti tindakan USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah dan bahkan mungkin diperlukan pemeriksaan CT-Scan / MRI. Pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan untuk menunjang diagnosis adalah pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca 72-4, beta – HCG dan alfafetoprotein. Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Prosedur operasi pada pasien yang tersangka kanker ovarium sangat berbeda dengan kista ovarium biasa. Hal terpenting pada operasi pasien yang tersangka kanker ovarium adalah semaksimal mungkin berusaha agar kista tersebut keluar secara utuh, kemudian dilakukan pemeriksaan ke laboratorium Patologi Anatomik (pemeriksaan potong beku). Apabila hasil pemeriksaan potong beku bukan suatu kanker, maka operasi selesai. Sebaliknya bila hasil pemeriksaan potong beku adalah kanker ovarium maka operasi dilanjutkan dengan mengangkat rahim, ovarium sisi lain, usus buntu, omentum, melakukan biopsi pada tempat yang dicurigai adanya penjalaran kanker di rongga perut dan melakukan pengambilan kelenjar getah bening di panggul. Tindakan yang komplek ini disebut sebagai ”Staging lapstotomy” yang bertujuan untuk menentukan stadium penyakit sehingga dapat ditentukan rencana pengobatan selanjutnya setelah operasi. Pada pasien yang belum mempunyai keturunan atau masih menginginkan keturunan masih bisa dipertimbangkan untuk tidak mengangkat rahim dan ovarium sisi lain. Perlu juga diketahui bahwa akurasi dari hasil pemeriksaan potong beku tersebut hanya berkisar anatar 90-95%, sehingga diagnosis dari kanker ovarium baru diketahui setelah pemeriksaan Patologi Anatomik yang definitif. Hal ini menyebabkan pada beberapa pasien dengan hasil potong beku menyatakan bukan kanker ovarium, terpaksa dilakukan operasi ” Staging laparotomy

Pengobatan

Pengobatan ovarium tergantung dari stadiumnya dan stadium kanker ovarium baru bisa ditentukan setelah dilakukan operasi ( ”Staging Laparotomy” ). Sebagian besar kanker ovarium memerlukan pengobatan dengan kemoterapi. Hanya kanker ovarium stadium awal saja ( stadium 1-A dan I-B dengan derajat diferensiasi sel yang baik/ sedang ) yang tidak memerlukan lebih dari satu jenis kemoterapi (kombinasi) untuk mendapatkan hasil pengobatan yang baik. Kemoterapi umumnya diberikan sebanyak 6 seri dengan interval 3 – 4 minggu sekali dengan melakukan pemantauan terhadap efek samping kemoterapi secara berkala terhdap sumsum tulang, fungsi hati, fungsi ginjal, sistem saluran cerna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Kadang-kadang kemoterapi lini pertama tidak memberikan respon terhadap penyakit sehingga diganti dengan kemoterapi lini kedua dengan konsekwensi biaya yang lebih tinggi.

Walaupun penanganan dan pengobatan kanker ovarium telah dilakukan dengan prosedur yang benar namun hasil pengobatanya sampai dengan saat ini belum mengembirakan termasuk pengobatan termasuk pengobatan yang dilakukan di pusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. Angka kelangsungan hidup 5 tahun ( ” 5 Years survival rate ” ) penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya kira-kira 20-30%, sedangkan sebagian besar penderita ( 60-70% ditemukan dalam keadaan stadium lanjut sehingga penyakit ini disebut juga dengan ” silent killer

Pencegahan

Tidak ada upaya pencegahan khusus yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah untuk mengetahui secara dini penyakit ini sehingga pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan kompliukasi yang minimal. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

  1. Pemeriksaan klinis genekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
  2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
  3. Pemeriksaan petanda tumor ( tumor marker )
  4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan tersebut diatas sangat dinjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :

  1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
  2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
  3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
  4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon



HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

SEJUTA FAKTA TENTANG TUMOR DAN KANKER LENGKAP

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT KANKER DAN TUMOR BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
KUMPULAN ARTIKEL DAN SEMINAR TENTANG KANKER
SUMBER : http://www.dharmais.co.id
:: Informasi Penyakit Kanker (Penyebab & Resiko Terjadinya Kanker)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Kerongkongan)
.:: Penyakit Tulang,Sendi dan Otot (Kanker Tulang Primer)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Kanker Paru)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Efusi Pleura)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Asma)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Pembesaran Prostat Jinak)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Testis)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Penis)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kista Payudara)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Vulva)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Vagina)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Saluran Telur)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Rahim)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Payudara)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Leher Rahim)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Indung Telur)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Kolorektal)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Usus Halus)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Pengobatan Kanker)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Kanker & Sistem Kekebalan)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Diagnosis Kanker)
.:: Penyakit Gigi dan Mulut (Kanker & Pertumbuhan Lainnya di Mulut)
.:: Penyakit Hormon dan Endokrin (Kanker Tiroid)
.:: Penyakit Mata (Melanoma Koroid)
.:: Penyakit Mata (Tumor Kelopak Mata)
.:: Penyakit Mata (Tumor Jinak Konjungtiva)
.:: Penyakit THT (Kanker Nasofaring)
.:: Penyakit THT (Kanker Leher Metastatik)
.:: Penyakit THT (Kanker Leher dan Kepala)
.:: Penyakit THT (Kanker Laring)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Uretra)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Pelvis Renalis & Ureter)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Kandung Kemih)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Ginjal)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Limfoma Non Hodgkin))
.:: Penyakit Kelainan Darah (Limfoma Burkitt)
.:: Penyakit Pada Anak (Tumor Wilms)
.:: Penyakit Pada Anak (Neuroblastoma)
.:: Penyakit THT (Kanker Tonsil)
.:: Penyakit PAda Anak (Hepatitis)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Prostat)
.:: Penyakit Pada Anak (Infeksi HIV)
.:: Penyakit Pada Anak (Retinablastoma)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia Limfositik Kronik)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Mielositik Kronik)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia Limfositik Akut)
.:: Pencegahan Kanker Pada Anak
.:: Tata Laksana Muntah Bagi Anak Yang Menjalani Kemoterapi
.:: Bangsal Yang Bersahabat
.:: Leukemia pada Anak
.:: Waspada Kanker Pada Anak
.:: Mengapa Kanker Hampir Selalu Terlambat Diketahui?
.:: Kemoterapi Akibat dan Manfaatnya
.:: Mengapa Kanker Hampir Selalu Terlambat Diketahui?
.:: Deteksi Dini Kanker Payudara dan Pemeriksaan Mammogafi
.:: Abstracts Why Tumor Malignancy
.:: Klinik Urologi RSKD
.:: Pemeriksaan Petanda Tumor
.:: Nutrisi Pada Penderita Kanker
.:: Mengenal Kanker Kulit Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahannya
.:: Kemoterapi: Manfaat dan Efek Samping
.:: Permasalahan Deteksi Dini dan Pengobatan Kanker Payudara
.:: Masalah Keterlambatan Diagnostik Dini dan Upaya Diagnosis Dini
.:: Peran Akupunktur Medik dalam Terapi Kanker
.:: Menjaga Kesehatan Mulut & Gigi Sebagai Persiapan Pasien Kanker Sebelum Radiasi & Kemoterapi
.:: Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Bedah Plastik
.:: Terapi Kanker Saluran Cerna
.:: Kanker Kolorektal
.:: Penanganan Kanker Ovarium
.::
.:: NUTRISI PADA PENDERITA KANKER
.:: KANKER NASOFARING



HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id



INSYA ALLAH DG HABBAT`S SEHAT SEGALA MACAM PENYAKIT BISA DIOBATI. AMIN. HABBATS SEHAT MENGANDUNG HABBATUSSAUDA(JINTEN HITAM) , OLIVE OIL (MINYAK ZAITUN), HONEY (MEL/MADU, ZINGIBERIS RHIZOMA (JAHE GAJAH).
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id

Minggu, 01 Juni 2008

Ketika Sel-sel Kanker Membeku

INSYA ALLA DENGAN NIGELLA PLUS PENYAKIT KANKER DAN TUMOR BISA DIOBATI.

Nigella Plus Racikan tepat Habbatussauda + Hulbah + Ginseng sangat tepat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Amin. Pemesanan hubungi Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)

===

Oleh EVY RACHMAWATI

Di usia paruh baya, segudang penyakit menyerang tubuh Robiyanto. Sel-sel kanker menggerogoti paru-parunya. Aktivitas kerja yang ditekuninya pun terhenti. Rasa putus asa mendera tatkala segala macam pengobatan yang dijalani tak juga membuahkan hasil memuaskan.

Kebiasaannya merokok sejak kecil, sekitar kelas 5 SD, merupakan pangkal masalah kesehatannya. Selama puluhan tahun ia menghabiskan satu hingga dua bungkus rokok keretek setiap hari. ”Di mana pun berada, saya sulit lepas dari rokok. Abu rokok berserakan di seluruh penjuru rumah. Di kamar tidur pun saya merokok,” ujar pria berusia 55 tahun itu.

Beberapa tahun silam, sang istri didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium lanjut. Namun, istrinya enggan menjalani kemoterapi dan terapi lain hingga mengembuskan napas terakhir pada tahun 2003. Sepeninggal istrinya, Robiyanto dihantui rasa bersalah karena merasa kecanduannya merokoklah penyebab pendamping hidupnya terserang tumor ganas.

Ia pun terbenam dalam penyesalan. Untuk melampiaskan rasa bersalah, pria berkulit putih itu makin larut dalam kebiasaan merokok. Setiap hari, ia bisa menghabiskan empat bungkus rokok ditambah beberapa gelas kopi. Seisi rumahnya pun dipenuhi pekatnya asap rokok. ”Saya kehilangan semangat hidup sepeninggal istri saya,” kata Robiyanto.

Hal itu mengakibatkan kondisi kesehatannya memburuk hingga akhirnya ia terserang stroke pada Oktober 2006. Separuh tubuhnya lumpuh. Dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit St Carolus Jakarta, paru-parunya dibiopsi. Hasilnya menunjukkan, sel-sel kanker menggerogoti tubuhnya dan telah memasuki stadium lanjut. Jantungnya juga bocor.

Berkat dorongan keluarganya, semangat Robiyanto untuk sembuh agar bisa beraktivitas secara normal mulai bangkit. Namun, harapannya untuk sembuh nyaris pupus ketika tim medis dari rumah sakit kanker di Jakarta tak bisa menemukan induk sel-sel kankernya. Ia lalu beralih berobat ke Singapura dan akhirnya diketahui induk kankernya di kepala dan paru-paru.

Di Singapura, tumor ganas di kepala pria humoris ini diangkat. Sedangkan tumor ganas di bagian paru-paru tidak berani dioperasi lantaran lokasinya tersembunyi dan dekat dengan organ vital, yaitu area jantung. Pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi. Meski telah menjalani tiga tahapan kemoterapi, tumornya terus membesar.

”Setiap dikemoterapi, rasanya sangat tidak enak, terasa mual, rambut rontok. Pemulihannya butuh waktu agak lama,” kata Robiyanto. Setelah kemoterapi tak membuahkan hasil memuaskan, ia kemudian beberapa kali mencoba terapi target, tetapi juga tidak sanggup mematikan sel kanker di bagian paru. Padahal, ia telah menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah untuk terapi.

Ia lalu memutuskan menghentikan segala jenis terapi sejak Oktober lalu dan cuma pasrah menunggu hari terakhir. Sehari-hari, ia hanya mengonsumsi suplemen. Akibat terkena komplikasi stroke, masalah jantung, dan kanker, ia sering sesak napas. Untuk berjalan ke ruang makan saja sulit sekali dia lakukan. ”Beberapa bulan tidak berobat, tumor membesar dua kali lipat dari lima sentimeter jadi 10 cm,” ujarnya.

Atas anjuran kerabatnya, ia mencoba menjalani terapi cryo (pembekuan sel-sel kanker hingga suhu -100° Celsius) di Pusat Kanker Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta. Sebelum diterapi cryo, ia terlebih dulu diperiksa dengan ultrasonografi (USG) dan pencitraan untuk mengetahui secara tepat posisi tumornya.

Setelah dibius lokal, bagian dadanya ditusuk dengan empat jarum hingga mengenai tumor ganas berbentuk padat yang ada di paru-parunya. Melalui jarum itu, gas helium (He) dialirkan ke tubuh untuk mendinginkan tumor dalam tubuhnya hingga minus 150° Celsius. Setelah membeku, gas argon (Ar) disuntikkan agar suhu tubuh kembali normal. Untuk membekukan tumor, proses pendinginan dan pemanasan itu diulang sekali lagi.

Usai diterapi, ia mengaku tidak lagi sesak napas. ”Saya sempat khawatir terapinya tidak bisa dilakukan karena sehari sebelumnya saya sesak napas sampai harus dipasang alat bantu pernapasan,” ujarnya. Ternyata proses pemulihan pascaoperasi sangat cepat. Sehari setelah diterapi, ia bisa berbicara dengan lancar dan sesak napasnya jauh berkurang.

Tanpa bedah

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia. Di negara maju, sebagian besar pasien datang pada stadium rendah. Sebaliknya, di Indonesia dan sejumlah negara berkembang lain, pasien datang pada stadium lanjut. Banyak pasien baru tahu terserang kanker saat berobat untuk jenis penyakit lain.

Sebenarnya pada stadium dini, harapan hidup lima tahun tanpa penyakit mencapai lebih dari 50 persen. Pada stadium rendah, operasi dapat segera dilakukan dan pada keadaan tertentu juga dapat dilakukan operasi pengangkatan tumor.

Sedangkan pada stadium lanjut, pengobatan lebih bersifat paliatif atau memfokuskan pada upaya mempertahankan kualitas hidup. Pada stadium ini mungkin hanya bisa dilakukan biopsi dan terapi paliatif, baik dengan radiasi maupun pengobatan medik. Untuk kemoterapi, dulu hanya beberapa obat saja yang dikenal, sementara saat ini banyak jenis obat baru seperti golongan taxane dan gemcitabine. Kini datang obat baru golongan terapi target yang penggunaannya hanya boleh sesuai indikasi dan tepat guna.

Kini di Indonesia diterapkan terapi cryo, salah satu cara diagnosis dan pengobatan baru terhadap penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu. Terapi ini berfungsi membekukan sel tumor dengan cara membekukannya. Terapi ini biasanya dilakukan dengan memakai media jarum untuk mendinginkan tumor sampai -100° Celsius.

Menurut Ketua Asosiasi Bedah Cryo Internasional Prof Franco Lugnani, terapi dingin pada pasien tidak perlu dengan pembedahan pada organ tubuh yang terserang sel kanker. ”Jadi, terapinya dilakukan dengan mencari lokasi kanker itu melalui CT-scan, lalu jarum cryo ditusukkan lewat permukaan kulit,” ujarnya dalam seminar bertema ”Recent Advances in Cancer Diagnosis & Therapy” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ahli terapi cryo dari Rumah Sakit Kanker Fuda Guangzhou Prof Xu Ke Cheng menjelaskan, terapi ini cocok digunakan pada pasien kanker yang telah memasuki stadium lanjut yang gagal diterapi dengan operasi dan kemoterapi. Di China, mayoritas pasien berobat ketika kankernya sudah stadium tiga dan empat.

Dari sejumlah kasus penderita kanker yang ditanganinya, terapi pembekuan ternyata lebih efektif dan banyak berhasil ketimbang operasi pengangkatan. Sejauh ini, jenis kanker yang bisa diterapi cryo antara lain kanker prostat, kanker hati, dan kanker paru yang ada pada stadium dua. Terapi ini terutama digunakan pada tumor padat berukuran besar—diameter lebih dari 2 sentimeter—bukan tumor yang ada dalam aliran darah.

Selama ini pengobatan kanker cenderung dilakukan dengan cara ”pemanasan” (melibatkan unsur panas dalam prosesnya). Pengobatan ini membutuhkan pemulihan lama dan efek samping seperti mual dan rambut rontok. ”Ternyata dengan (proses) pendinginan, hasilnya cukup efektif dan bisa dilakukan berulang kali. Untuk menghindari komplikasi, jarum harus ditusukkan pada lokasi yang tepat,” tambahnya.

Sebenarnya ”terapi dingin” ini bukan hal baru dalam dunia kedokteran. Terapi ini sudah ditemukan sekitar seabad silam dalam metode pembedahan. Namun, cara itu mulai ditinggalkan lantaran sistem pendinginan turut membekukan jaringan sel yang masih sehat di sekitar tumor sehingga menimbulkan banyak komplikasi.

Pada awal 1990-an, metode terapi cryo berhasil disempurnakan dengan dukungan teknologi canggih. Jadi, terapi itu tidak bisa diterapkan tanpa alat deteksi seperti CT-scan dan ultrasonografi. ”Kini mulai dikembangkan terapi cryo dengan intervensi minimal melalui media jarum,” kata ahli terapi cryo dari RS Kanker Fuda Guangzhou, China, Associate Professor Niu Lizhi.

”Dengan invasi minimal, maka efek samping pascaterapi pembekuan bisa diminimalisasi. Di China metode ini telah digunakan kepada ribuan pasien, termasuk penderita yang takut dioperasi,” kata Niu. Masa pemulihan pascabedah cryo cukup singkat. Bahkan, banyak pasien kondisinya pulih hanya dalam waktu dua hari.

Terapi ”pendinginan”, menurut Associate Professor dari Universitas Bern, Switzerland, Hans U Baer, juga sangat bermanfaat untuk mengatasi kanker pankreas yang sulit diobati. Keberadaan terapi ini bagian dari upaya paliatif yang memberi harapan bagi penderita kanker untuk mengurangi rasa sakit.

SUMBER:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/28/02154023


Nigella Plus Racikan tepat Habbatussauda + Hulbah + Ginseng sangat tepat untuk menyembuhkan segala macam penyakit. Amin. Pemesanan hubungi Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)