Tampilkan postingan dengan label PERUBAHAN PADA PENIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERUBAHAN PADA PENIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Pria dengan Penis Besar Doyan Selingkuh?

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM / FB / FS / Yuwie / Multiply : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Selasa, 29 September 2009 | 13:35 WIB

KOMPAS.com — Pemahaman tersebut berangkat dari teori "kompetisi sperma", yakni testis yang besar menyimpan lebih banyak sperma daripada testis kecil sehingga harus lebih sering dikeluarkan.

Kalau para simpanse, mungkin iya. Mereka yang testisnya lebih besar lebih rajin menyetubuhi simpanse betina, sementara si betina bisa beberapa kali melakukannya dengan pasangan yang berganti-ganti. Manusia tentu saja bukan simpanse.

Demikian pula dalam ukuran penis. Mungkin si penis besar merasa bangga dan berhasrat membuktikannya kepada banyak perempuan. Namun, itu pun bukan kesimpulan bahwa lelaki dengan penis besar doyan menyeleweng. Artinya, kalau memang tabiatnya suka menyeleweng, tak ada kaitannya penis dan buah zakarnya besar atau kecil.



Sumber : Intisari

Senin, 17 Agustus 2009

Penis Bengkok akibat Masturbasi?

JAUHI MASTURBASI... BAHAYA...!!!!

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM / FB / FS / Yuwie / Multiply : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Sabtu, 28 Maret 2009 | 23:09 WIB

Konsultasi Seksologi di Tabloid Gaya Hidup Sehat dengan Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*)

"Saya seorang pria berusia 32 tahun, belum menikah. Saya mengalami kelainan alat kelamin dan gangguan seksual. Dari dulu sampai sekarang saya masih sering melakukan masturbasi. Hal ini sudah berlangsung mungkin lebih dari 10 tahun. Sekarang alat kelamin saya tidak lurus atau bengkok ke kiri, bengkokannya sekitar 30 derajat lebih.

Apakah ini terjadi karena saya sering melakukan masturbasi? Mungkinkah kebiasaan saya memakai celana dalam ketat yang menyebabkan pembengkokan?
Apakah ini akan memengaruhi ketika melakukan hubungan badan (misalnya istri merasa sakit karena miring)? Apa yang harus saya lakukan?

Saya masih ingat waktu dulu saya sering terangsang ketika melihat wanita yang seksi. Sekarang, jangankan melihat wanita seksi, mungkin menonton blue film pun saya belum tentu terangsang. Apakah ini terjadi karena masturbasi yang saya lakukan?
BI, Jakarta

Terpengaruh Mitos
Tampaknya mitos mengenai masturbasi masih kuat memengaruhi persepsi masyarakat. Padahal, informasi yang benar tentang masturbasi cukup sering disampaikan melalui berbagai kesempatan.

Masih banyak orang yang beranggapan salah tentang masturbasi, seperti Anda. Banyak orang yang beranggapan bahwa masturbasi dapat menimbulkan akibat antara lain menjadi mandul, gangguan ereksi, tulang keropos, dan memori terganggu.

Yang benar, masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik. Pendapat ini didasarkan pada banyak penelitian yang telah lama dilakukan.

Memang pada abad ke-18 pernah beredar buku yang menguraikan berbagai penyakit akibat masturbasi. Buku itu cukup menggemparkan, bukan hanya pada waktu itu, tetapi hingga untuk waktu yang lama. Namun, setelah banyak penelitian yang dilakukan dengan benar, terbukti dengan jelas bahwa masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik.

Bagaimana dengan akibat psikis? Akibat psikis, seperti perasaan bersalah, dapat timbul bila yang bersangkutan menganggap aktivitas melakukan masturbasi merupakan perbuatan dosa. Meski begitu, kalau yang bersangkutan tidak menganggap itu suatu dosa atau kesalahan, tidak akan muncul akibat psikis. Jadi, akibat psikis yang mungkin muncul sangat bersifat subjektif.

Aktivitas masturbasi sebenarnya telah dilakukan oleh setiap manusia pada masa anak-anak, baik wanita maupun pria. Dalam perkembangan psikoseksual setiap manusia, ada suatu fase ketika anak-anak senang memegang-megang kelaminnya.

Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme. Sesungguhnya ini adalah suatu bentuk masturbasi, seperti yang dilakukan remaja dan dewasa. Bedanya, pada masa anak-anak masturbasi tidak direncanakan.

Mengenai penis Anda yang bengkok ke kiri, saya berani pastikan itu bukan akibat melakukan masturbasi. Penis normal memang tidak harus lurus benar ke arah depan, terutama pada saat ereksi. Keadaan bengkok normal ini umum terjadi dan tidak menimbulkan keluhan dan masalah apa pun.

Namun, ada juga keadaan tidak normal yang mengakibatkan penis menjadi bengkok dan terasa sakit khususnya ketika ereksi. Akibatnya hubungan seksual terganggu, bahkan terhambat. Gangguan ini terjadi pada penyakit peyronie.

(*) Spesialis Andrologi dan Seksolog serta dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali


Usia Bertambah, "Junior" Ikut Berubah


INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM / FB / FS / Yuwie / Multiply : binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Selasa, 4 Agustus 2009 | 11:16 WIB

KOMPAS.com - Secara alamiah, makin bertambah umur, kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon pun berkurang. Dampak dari proses penuaan ini bukan hanya terlihat dari penampilan kulit tapi juga organ-organ tubuh, termasuk alat vital. Apa saja penuaan yang mungkin terjadi pada si "junior?"

Bukan rahasia lagi bahwa fungsi organ seksual pria makin lama terus menurun seiring dengan usia. Penurunan kadar testoteron (hormon pria) pada pria usia lanjut dapat menyebabkan andropause yang berakibat pada pelbagai perubahan. Sebut saja, mudah letih, lesu, rambut rontok, libido menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah.

Di luar hal itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penis juga mengalami perubahan signifikan seiring usia. Apa saja perubahan yang dialami oleh penis?

Rupa dan penampilan
Ada dua perubahan utama yang secara kasat mata bisa dilihat dari alat vital pria. Pertama adalah kepala penis yang secara bertahap mengalami perubahan warna akibat berkurangnya sirkulasi darah ke area ini. Selain itu, rambut di kemaluan juga akan semakin menipis.

"Berkurangnya kadar testoteron bisa membuat penis lama-lama kembali ke masa sebelum pubertas, misalnya berkurangnya rambut di area ini," kata Irwin Goldstein, MD, direktur sexual medicine dari Alvarado Hospital, AS, dan editor in chief jurnal ilmiah The Journal of Sexual Medicine.

Ukuran
Bertambahnya usia pria biasanya diikuti dengan penambahan berat badan. Penumpukan lemak di bagian bawah perut membuat ukuran penis terlihat mengecil. Meski penyusutan ini tidak dramatis, tapi tetap terlihat. "Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, mungkin di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci," kata Goldstein.

Apa yang membuat penis menyusut? Menurut para ahli ada dua penyebab. Pertama adalah penumpulan deposit lemak yang menyebabkan plak di arteri kecil di penis. Plak ini akan menyebabkan aliran darah ke penis terhambat. Penumpukan plak (ateroklerosis) yang terjadi pada jantung akan menyebabkan serangan jantung.

Penyebab kedua, menurut Goldstein, adalah berkurangnya elastisitas karena menurunnya lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi. Ereksi terjadi bila bilik ini terisi darah. Nah, penutupan arteri di bagian penis membuat bilik ini makin tidak elastis yang berakibat pada berkurangnya kadar kekerasan saat ereksi.

Bila penis berubah, demikian pula dengan testis. "Sekitar usia 40 tahun, testis ikut menyusut," kata Goldstein. Ukuran testis pada pria berusia 30-an memiliki diameter sekitar 3 cm, namun saat pria berusia 60 tahun, ukurannya tinggal 2 cm.

Bengkok
Pembesaran penis yang dilakukan sembarangan tanpa kontrol tenaga medis bisa menyebabkan jaringan parut di sekitar penis menjadi tidak rata. Hal ini akan menyebabkan penis bengkok atau disebut dengan peyronie. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit saat ereksi dan menyulitkan hubungan seksual. Untuk membetulkan kondisi penis, biasanya diperlukan tindakan operasi.

Kurang sensitif
Berbagai penelitian menunjukkan makin tua usia, "alat tempur" pria pun makin kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, junior jadi sulit dibangunkan dan sulit mencapai orgasme.

Penelitian yang dilakukan di Minnesota, AS, terhadap 2.213 pria menunjukkan penurunan yang tajam terhadap kemampuan ereksi pria, berkurangnya libido dan kemampuan ejakulasi pada pria paruh baya. Namun, kepuasan seksual hanya berkurang sedikit.

Untungnya perubahan-perubahan pada organ vital ini terjadi perlahan-lahan dan mulainya sangat bervariasi. Ada yang mulai di usia 40-an, 50-an, 60-an, bahkan setelah 65 tahun. Agar penurunan fungsi organ vital ini tidak terlalu tajam, kuncinya hanya satu: hidup sehat.