Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL ASMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL ASMA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2009

18 Cara Cegah Asma Kambuh


INSYA ALLAH DG HABBAT`S SEHAT SEGALA MACAM PENYAKIT ASMA BISA DICEGAH DAN BISA DIOBATI. AMIN. HABBATS SEHAT MENGANDUNG HABBATUSSAUDA(JINTEN HITAM) , OLIVE OIL (MINYAK ZAITUN), HONEY (MEL/MADU, ZINGIBERIS RHIZOMA (JAHE GAJAH).
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Minggu, 10 Mei 2009 | 05:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit asma tidak bisa disembuhkan, namun dapat dicegah dengan cara menghindari pencetusnya. Bagi orangtua yang merokok, segera hentikan! Asap merupakan pencetus utama asma, terutama bagi anak.

Seperti dikutip dari Majalah Info Asma yang diterbitkan Yayasan Asma Indonesia, ada 18 cara yang dapat digunakan untuk menghindari pencetus asma, antara lain:

1. Kasur dan tempat tidur dan bantal kapuk sebaiknya diganti busa kemudian dimasukkan dalam kantong vinil dengan risleting atau dibungkus kantong plastik dan direkat dengan selotip seperti membungkus kado.

2. Sprei, selimut, sarung bantal dan guling lebih sering dicuci minimal sekali seminggu dengan air panas (55-60 derajat C).

3. Lantai dibersihkan dengan lap basah satu kali setiap hari.

4. Tirai gorden dicuci setiap dua minggu.

5. Lemari, rak dan laci dibersihkan dengan lap basah serta paling banyak hanya boleh 3 buah buku yang diletakkan di dalamnya.

6. Ganti karpet dengan linoleum atau lantai kayu. Kalau tidak, bisa juga secara teratur dihisap dengan filter high efficiency particulate air (HEPA) dan kantung debu dua rangkap.

7. Buku, majalah dan mainan jangan ada di kamar tidur. Jika memang harus ada, maka masing-masing hanya boleh 3 buah. Lebih sedikit barang-barang tersebut di kamar tidur, itu lebih baik.

8. Boneka dan mainan yang terbuat dari kain sebaiknya dicuci dengan air panas setiap minggu.

9. Hindari asap dari obat nyamuk bakar dan asap dapur.

10. Gunakan kipas angin di dapur dan kamar mandi untuk mengusir asap dapur dan bau yang tajam.

11. Binatang peliaraan yang berbulu sebaiknya tidak ada di rumah anak yang menderita asma. Atau paling tidak binatang tersebut tidak berada di kamar tidur dan ruang utama.

12. Mandikan binatang peliaraan dua kali seminggu.

13.
Pakaian paling lama jangan lebih dari 2 minggu di dalam lemari, setelah itu harus dicuci kembali atau dipindah ke kamar lain. Bila tidak memungkinkan maka dibungkus kantong plastik dan direkat selotip seperti membungkus kado.

14. Air conditioner (AC) jangan terlalu dingin dan filternya dibersihkan sekali seminggu.

15. Gunakan filter udara HEPA terutama di kamar tidur dan ruang utama.

16. Bersihkan lingkungan yang disukai kecoa seperti tempat lembab, sisa makanan, sampah terbuka dan tempat lainnya.

17. Gunakan pembasmi kecoa.

18. Perbaiki semua kebocoran atau sumber air yang berpotensi menimbulkan jamur, seperti dinding kamar mandi, bak mandi, keran lain dan tempat lainnya.

Mari perhatikan kesehatan lingkungan hidup kita, demi terjaganya kualitas hidup penderita asam.
sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/10/0523408/18.cara.cegah.asma.kambuh

Kontrol Asma dengan Terapi Kombinasi


INSYA ALLAH DG HABBAT`S SEHAT SEGALA MACAM PENYAKIT ASMA BISA DICEGAH DAN BISA DIOBATI. AMIN. HABBATS SEHAT MENGANDUNG HABBATUSSAUDA(JINTEN HITAM) , OLIVE OIL (MINYAK ZAITUN), HONEY (MEL/MADU, ZINGIBERIS RHIZOMA (JAHE GAJAH).
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
Kamis, 4 Juni 2009 | 21:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 12 juta penduduk di Tanah Air menderita asma. Ketika asma tidak terkontrol, serangan penyakit itu dapat membatasi aktivitas penderitanya, bahkan berakibat fatal. Karena itu, pengobatan bagi pasien asma sebaiknya tidak hanya mengatasi gejala tapi juga mengontrol asma disertai olah raga secara teratur.

Menurut Ketua Dewan Asma Indonesia Prof Faisal Yunus, dalam temu wartawan, Kamis (4/6), di Jakarta, saat ini lebih dari 90 persen kasus asma di Indonesia tidak terkontrol. Kondisi ini terjadi karena kurangnya edukasi dan pemahaman pasien tentang terapi asma, ketergantungan pada obat pelega pernapasan, rendahnya kepatuhan pada terapi pemeliharaan.

Asma tidak terkontrol ditandai munculnya tiga atau lebih gambaran asma terkontrol sebagian yaitu mengalami gejala asma di pagi dan siang hari lebih dari dua kali seminggu seperti sesak napas, dada terasa berat dan batuk. Penderita terbangun tengah malam karena asma, aktivitas terbatas, fungsi paru di bawah normal, perlu obat pelega pernapasan lebih dari dua kali dalam seminggu.

Karena asma adalah kondisi kronis, penderitanya membutuhkan penanganan jangka panjang dan terapi pengobatan. Jadi, pasien asma perlu obat untuk mengatasi serangan atau sebagai pelega yang dapat digunakan sehari-hari dan pengobatan untuk mengendalikan peradangan pada saluran pernapasan dan mencegah timbulnya gejala serta serangan asma sejak awal.

"Namun, saat ini perhatian masyarakat lebih ditujukan kepada bagaimana mengatasi serangan, meskipun obat pelega hanya mengobati serangan sesaat saja. Pada kenyataannya, peradangan pada bronkus dapat memicu kembali timbulnya serangan yang menyebabkan serangan asma dapat terjadi berulang kali. Hal ini bisa menurunkan kualitas hidup penderita," ujarnya.

Atas dasar itu, Inisiatif Global untuk Asma (Global Initiative for Asthma/GINA) mengeluarkan panduan tahun 2008 mengenai penatalaksanaan asma secara total lewat terapi kombinasi pemeliharaan dan pelega dalam satu tabung inhaler untuk melegakan pernapasan sekaligus mengatasi peradangan. "Terapi inhalasi relatif tidak ada efek samping. Hal ini berbeda dengan obat oral yang memiliki banyak efek samping," kata Faisal.

Namun harga obat kombinasi pemeliharaan dan pelega dalam satu kemasan masih relatif mahal. Untuk meningkatkan akses pasien terhadap pengobatan ini, Ketua Yayasan Asma Indonesia Retno Ramansaman menyatakan pihaknya telah mendirikan apotik asma. Jadi, penderita asma bisa membeli obat-obatan asma tersebut dengan harga lebih murah daripada yang dijual di pasaran.

EVY
SUMBER : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/04/21290458/kontrol.asma.dengan.terapi.kombinasi..

Selasa, 03 Juni 2008

Kelola Asma, Hidup pun Nyaman

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA ASMA BISA DI CEGAH DAN DIOBATI. AMIN.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

ASMA yang tak terkontrol dengan baik jelas mengganggu, tak hanya bagi penyandangnya, melainkan juga keluarganya. Apalagi bila penderitanya anak-anak. Padahal, pengetahuan tentang cara menghindari serangan asma serta perangkat pengelolaan penyakit itu telah tersedia di dunia. Oleh karena itu, setiap pasien asma diharapkan dapat mengelola asmanya dengan baik sehingga tidak mengganggu aktivitas kehidupannya sehari-hari.

Menurut Badan Kesehatan Dunia, sebanyak 100-150 juta penduduk dunia adalah penyandang asma, dan jumlah itu terus bertambah sebanyak 180.000 orang setiap tahun. Sejumlah informasi seperti di Kanada pada tahun 2003, asma merupakan penyebab hilangnya 24,5 juta hari kerja, sedangkan di Asia, Eropa dan Amerika Serikat, asma menyebabkan hilangnya hari sekolah pada anak-anak sebanyak 16 persen.

Di Indonesia, prevalensi asma belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan 2-5 persen penduduk Indonesia menderita asma. Kurangnya komunikasi, informasi dan edukasi tentang asma menyebabkan pasien dan orangtua pasien belum memahami asma perlu kontrol teratur ke dokter, kata dokter spesialis paru Achmad Hudoyo dari Yayasan Asma Indonesia, dalam peringatan Hari Asma Sedunia 2008, Selasa (6/5), di Gedung Departemen Kesehatan, Kuningan, Jakarta.

Penyakit asma sebenarnya mudah dikenali dan gampang diobati. Bahkan, setiap orang yang asma dapat mengobati dirinya sendiri ketika sedang terkena serangan. "Banyak obat asma yang dijual bebas, penderita bisa segera minum obat asma begitu serangan asma datang dengan gejala sesak napas yang disertai bunyi mengi, sehingga serangan asmanya langsung hilang, " ujar Hudoyo. Napas jadi lega kembali, sesak hilang, batuk hilang seolah-olah sehat kembali.

Namun, selang beberapa waktu, serangan dapat timbul lagi dan terus berulang-ulang yang membuat pasien atau keluarga akan jadi frustasi. Untuk menghindari kekambuhan asma, maka pasien dan keluarganya perlu memahami aspek penghindaran terhadap pencetus merupakan unsur utama dalam tata laksana asma, cara penggunaan tepat dan benar obat-obat asma, baik obat yang diminum maupun obat hirupan, kata Hudoyo menjelaskan.

Masalah lain yang dihadapi dalam pengendalian asma adalah hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan lingkungan sekitar penderita asma yaitu pasien asma yang terpapar polusi seperti asap rokok, polusi lingkungan, polusi dalam rumah dan makanan produk massal yang mengandung zat pewarna, pengawet dan MSG. "Keadaan asma terkontrol dapat tercapai jika tersedia obat-obatan asma dan terciptanya kondisi lingkungan yang mendukung," katanya. (EVY)


Evy Rachmawati

SUMBER:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/06/18113360/kelola.asma.hidup.pun.nyaman


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

CEGAH DAN OBATI ASMA DENGAN HABBATUSSAUDA. AMIN. HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

BANTUL, SELASA - Peralihan musim hujan ke kemarau membuat penderita asma meningkat, khususnya pada kelompok lanjut usia. Saat peralihan, udara di malam hari sangat dingin sehingga faktor pencetus asma berubah menjadi manifes.

"Penyakit asma adalah penyakit keturunan. Penyakit akan muncul jika penderita berdekatan dengan faktor manifes seperti udara dingin dan debu. Saat musim peralihan cuaca siang dan malam hari sangat kontras, sehingga faktor pencetus dengan mudah menjadi manifes," kata Koordinator Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru unit pelayanan Bantul, dr Bagus Sugiharto, Selasa (3/6).

Menurut Bagus, rata-rata jumlah pasien per hari berkisar 25 orang. Sebagian besar adalah kelompok lanjut usia. "Sebelumnya jumlah pasien selalu kurang dari 25 orang per hari. Sudah sebulan ini ada lonjakan," katanya.

Selain asma, penyakit lain yang juga dikeluhkan pasien adalah TBC. Penyakit ini seperti fenomena gunung es, karena masih sulit ditemukan. Warga masih malu untuk berobat, padahal penyakit ini bisa disembuhkan dengan terapi rutin sekitar 6 bulan.


ENY

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/03/1806365/musim.peralihan.penderita.asma.meningkat


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

CEGAH DAN OBATI ASMA DENGAN HABBATUSSAUDA. AMIN. HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

===

BANTUL, SELASA - Peralihan musim hujan ke kemarau membuat penderita asma meningkat, khususnya pada kelompok lanjut usia. Saat peralihan, udara di malam hari sangat dingin sehingga faktor pencetus asma berubah menjadi manifes.

"Penyakit asma adalah penyakit keturunan. Penyakit akan muncul jika penderita berdekatan dengan faktor manifes seperti udara dingin dan debu. Saat musim peralihan cuaca siang dan malam hari sangat kontras, sehingga faktor pencetus dengan mudah menjadi manifes," kata Koordinator Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru unit pelayanan Bantul, dr Bagus Sugiharto, Selasa (3/6).

Menurut Bagus, rata-rata jumlah pasien per hari berkisar 25 orang. Sebagian besar adalah kelompok lanjut usia. "Sebelumnya jumlah pasien selalu kurang dari 25 orang per hari. Sudah sebulan ini ada lonjakan," katanya.

Selain asma, penyakit lain yang juga dikeluhkan pasien adalah TBC. Penyakit ini seperti fenomena gunung es, karena masih sulit ditemukan. Warga masih malu untuk berobat, padahal penyakit ini bisa disembuhkan dengan terapi rutin sekitar 6 bulan.


ENY

sumber:

http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/03/1806365/musim.peralihan.penderita.asma.meningkat


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Jumat, 18 April 2008

Strategi Mengontrol Asma

Habbatussauda obat asthmaINSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA SAKIT ASTHMA BISA DIOBATI. AMIN.

Habbatussauda obat segala macam penyakit kecuali kematian (HR. Bukhari - Muslim) Untuk pemesanan hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id atau kunjungi http://www.binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com

Sesak nafas dialami oleh seseorang yang mengidap asma ketika penyakitnya itu kambuh. Mereka mengalami kesulitan bernafas. Ketika asma itu menyerang, penderita harus berusaha mengatasi serangannya itu, yang ditandai dengan tersumbatnya saluran nafas, yang mengakibatkan penderita sulit bernafas. Tak sedikit keluarga yang panik dan bingung menghadapi serangan asma.

Tak jarang ruang ICU di rumah sakit jadi pilihan terakhir bagi penderita asma, dan bermalam di sana, agar asma yang kambuh itu dapat segera diatasi dan mereda, hingga akhirnya mereka bisa bernafas dengan normal kembali.

Asma adalah penyakit yang banyak diderita oleh sebagian besar masyarakat, terutama adalah anak-anak. Penyakit sangat berkaitan erat dengan faktor keturunan. Bila salah satu atau kedua orangtua, maupun kakek atau nenek menderita asma, maka sang anak pun kemungkinan akan menderita asma. Tetapi banyak juga terjadi ketika kedua orang tua tidak menderita asma, tetapi anaknya asma.

Selain disebabkan faktor keturunan, faktor lain pun dapat memicu timbulnya asma, seperti faktor alergi yang dimiliki oleh seseorang dan juga faktor lingkungan.

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran nafas yang kronik. Biasanya seseorang yang berpenyakit asma akan mengeluhkan sesak nafas, nafas berbunyi "ngik-ngik", batuk, dan rasa tidak enak di dada. Serangan ini biasanya sering terjadi pada malam hari atau menjelang subuh/pagi hari.

Dalam tubuh, pipa saluran nafas jika masuk ke dalam paru-paru akan bercabang-cabang menjadi ribuan pipa-pipa atau saluran nafas yang sangat kecil. Pada penderita asma saluran inilah yang mengalami penyempitan.

Penyempitan bisa disebabkan oleh mengerutnya otot-otot yang melingkari saluran nafas, membengkak dan meradangnya jaringan sekitar selaput lendir saluran nafas tersebut, dan meningkatnya produksi lendir atau dahak, sehingga mengganggu ke saluran nafas. Akibatnya, aliran udara yang masuk maupun yang keluar dari paru-paru terhambat dan terganggu. Di sinilah mulai terasa sesak nafas dan serangan asma mulai terjadi.

Serangan asma yang terjadi seringkali mengganggu aktivitas penderitanya dalam kehidupan sehari-hari, juga membuat panik keluarga.

Sebenarnya penyakit asma ini bukanlah penyakit yang menakutkan. Penyakit asma dapat dikendalikan, kambuhannya dapat dicegah agar tidak sering timbul dan dapat diatasi dengan cara mengkontrolnya.

Beberapa strategi untuk mengontrol asma:

1. Mengetahui dengan jelas tentang penyakit asma

Seseorang yang mengidap asma sebaiknya mengenal dengan jelas seluk beluk penyakit yang dideritanya. Mengetahui dengan jelas apa sebenarnya penyakit asma yang dideritanya itu. Pengenalan tentang asma ini sebaiknya bukan hanya untuk pasien yang menderita asma saja, tetapi juga kepada keluarganya. Dengan mengetahui dengan jelas penyakit yang di deritanya akan terbentuk sebuah motivasi positif dalam diri pasien dan keluarga untuk mengatasi asma yang diderita.

2.Mengenal faktor-faktor yang memicu kambuhnya serangan asma

Serangan asma biasanya diawali oleh faktor-faktor pemicu yang membuat penyakit ini kambuh. Dengan mengetahui, mempelajari serta memahami faktor-faktor pemicu timbulnya serangan asma yang terjadi, penderita dapat mengkontrol agar asmanya tidak sering kambuh.

Faktor-faktor pemicu serangan asma pada setiap penderita asma tidaklah sama. Faktor pemicunya dapat berupa alergi, perubahan udara, infeksi, makanan, kelelahan, obat-obatan maupun asap rokok.

Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicunya tersebut. Dengan mempunyai kesadaran yang penuh dari penderita asma untuk mengontrol faktor pemicunya kambuhan yang sering terjadi dan membahayakan penderita tersebut dapat dihindari.

3.Pengobatan asma

Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma terjadi, tetapi juga saat tidak terjadi serangan. Pasien perlu memahami obat yang harus digunakan pada waktu serangan dan di luar serangan. Pada prinsipnya, pengobatan asma disesuaikan dengan berat penyakitnya.

Obat asma terbagi dalam dua kelompok, yaitu obat rutin dan obat darurat (emergency).

Obat rutin adalah obat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma. Obat ini dipakai secara terus menerus dalam jangka waktu yang relatif lama, tergantung pada berat ringannya penyakit asma yang diderita. Obat rutin ini harus digunakan setiap hari, untuk mencegah terjadinya kambuhan serangan dan bertambah beratnya penyakit asma itu.

Obat emergency adalah obat yang harus segera digunakan ketika serangan asma datang. Obat ini berfungsi untuk meredakan serangan atas asma yang sedang terjadi. Penggunaan obat ini dapat mencegah timbulnya serangan asma yang berat.
Bila serangan sudah dapat diatasi, obat emergency tak diperlukan lagi.

4. Olahraga teratur
Banyak orang yang mengatakan bahwa penderita asma tak boleh berolahraga, karena akan memicu timbulnya serangan asma. Pendapat ini sungguh tidak benar. Penderita asma justru harus melakukan olahraga secara teratur.

Penderita asma sering mengalami sesak nafas, sehingga perlu adanya latihan olahraga pada tubuhnya agar otot-otot yang ada dalam tubuh dapat bekerja secara teratur, terutama otot-otot pada fungsi pernafasan.

Sebelum melakukan olahraga sebaiknya penderita asma melakukan latihan pemanasan terlebih dahulu. Jika perlu, dapat menggunakan obat sebagai pencegahan sebelum melakukan aktivitas olahraga.

5. Secara teratur mengkontrol asma ke dokter
Penderita asma sebaiknya melakukan kontrol secara teratur ke dokter. Dengan melakukan kontrol secara teratur ini penderita dapat mengetahui dengan jelas bagaimana perkembangan dari penyakit yang dideritanya, dan mungkin pula dilakukan penyesuaian atas obat-obat yang dipergunakannya sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Ketika melakukan kontrol ke dokter itu perlu adanya komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien dan juga keluarganya. Pasien jangan malu untuk banyak menanyakan perkembangan penyakitnya dan dokter pun jangan pelit untuk memberikan penjelasan agar pasien mengerti dan memahami penyakitnya.

Dengan disiplin dan rutin mengontrol asma yang dideritanya, para penderita asma dapat hidup secara normal dan wajar. Mengurangi serangan yang akan terjadi dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari yang dilakukan. Hidup dengan asma tidak lagi bermasalah dengan disiplin anda untuk mengontrolnya (NzG)

SUMBER:

http://www.gatra.com/artikel.php?id=104296


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id