Sabtu, 03 Mei 2008

TEKANAN DARAH TINGGI

INSYA ALLAH DENGAN HABBATUSSAUDA SAKIT DARAH TINGGI BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 EMAIL: binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id

Tekanan Darah Tinggi

Penyebab Hipertensi

Ada dua bentuk hipertensi: hipertensi utama (primary hypertension) dan hipertensi sekunder (secondary hypertension). Hipertensi utama adalah suatu kondisi yang jauh lebih sering dan meliputi 95% dari hipertensi. Penyebab dari hipertensi utama adalah berbagai faktor, yaitu, ada beberapa faktor yang efek-efek kombinasinya menyebabkan hipertensi. Pada hipertensi sekunder (secondary hypertension), yang meliputi 5% dari hipertensi, hipertensi adalah sekunder pada (disebabkan oleh) suatu kelainan spesifik pada salah satu organ atau sistim tubuh.

Hipertensi utama mempengaruhi hampir 75 juta penduduk Amerika, namun penyebab-penyebab dasarnya atau kerusakan-kerusakan yang mendasarinya tidak selalu diketahui. Meskipun demikian, hubungan-hubungan tertentu telah dikenal (diketahui) pada orang-orang dengan hipertensi utama. Contohnya, hipertensi utama berkembang hanya pada kelompok-kelompok atau masyarakat-masyarakat yang mempunyai masukan garam yang cukup tinggi, melampaui 5.8 grams setiap hari. Faktanya, masukan garam mungkin adalah suatu faktor teristimewa penting dalam hubungannya dengan hipertensi utama dalam beberapa situasi. Jadi, kelebihan garam mungkin terlibat dalam hipertensi yang dihubungkan dengan umur yang berlanjut, orang Amerika denga latar belakang Africa, kegemukan, kepekaan/kerentanan turun menurun (genetic), dan gagal ginjal (renal insufficiency).

Faktor-fakor genetik diperkirakan memainkan suatu peran yang menonjol dalam pengembangan hipertensi utama. Bagaimanapun, gen-gen untuk hipertensi masih belum dapat diidentifikasikan. Penelitian saat ini pada bidang ini difokuskan pada faktor-faktor genetik yang mempengaruhi sistim renin-angiotensin-aldosterone. Sistim ini membantu mengatur tekanan darah dengan mengontrol keseimbangan garam dan keluwesan dari arteri-arteri.

Hampir 30% kasus-kasus hipertensi utama diakibatkan oleh faktor-faktor genetik. Contohnya, di Amerika, timbulnya penyakit hipertensi adalah lebih besar diantara orang-orang Amerika keturunan Afrika dari pada diantara orang-orang Caucasians atau orang-orang Asia. Juga, pada individu-individu yang mempunyai satu atau dua orang tua dengan hipertensi, hipertensi adalah dua kali lebih umum dari pada populasi umum. Jarang terjadi, kelainan-kelainan genetik yang tidak umum tertentu yang mempengaruhi hormon-hormon kelenjar adrenal dapat menjurus pada hipertensi.

Mayoritas luas dari pasien-pasien dengan hipertensi utama umumnya mempunyai suatu kelainan istimewa dari arteri-arterinya: suatu perlawanan yang meningkat (kekakuan atau kehilangan kelenturan) pada arteri-arteri kecilnya yang paling jauh dari jantung (peripheral arteries atau arterioles). Arteriole-arteriole mensuplai darah yang mengandung oksigen dan nutrisi-nutrisi kepada seluruh jaringan tubuh. Mereka dihubungkan oleh kapiler-kapiler didalam jaringan dengan vena-vena (the venous system), yang membalikkan darah ke jantung dan paru-paru. Jadi apa yang membuat arteri-arteri peripheral menjadi kaku belum diketahui. Namun, peningkatan kekakuan dari peripheral arteriolar ini hadir pada individu-individu yang hipertensi utamanya dihubungkan dengan faktor-faktor genetik, kegemukan, kurang olah raga, penggunaan garam yang berlebihan, dan umur yang menua. Peradangan juga mungkin memainkan suatu peran pada hipertensi karena suatu peramalan dari pengembangan hipertensi adalah kehadiran dari suatu peningkatan tingkat dari C reactive protein (suatu tes darah untuk tanda/marker dari peradangan) pada beberapa individu-individu.

Yang Dirasakan Pasien Dengan Hipertensi

Hipertensi sederhana umumnya terjadi tanpa gejala-gejala apapun (diam-diam) dan karenanya hipertensi ini diberi label " pembunuh diam-diam". Dia disebut begini karena penyakit dapat berlanjut untuk pada akhirnya mengembangkan apapun dari satu atau lebih dari beberapa komplikasi-komplikasi hipertensi yang berpotensi fatal seperti serangan-serangan jantung atau stroke-stroke. Hipertensi sederhana mungkin hadir dan tetap tidak diketahui untuk bertahun-tahun, bahkan sampai dekade-dekade (puluhan tahun). Ini terjadi ketika tidak ada gejala-gejala, dan yang terkena gagal untuk menjalani penyaringan tekanan darah periodik.

Beberapa orang dengan hipertensi sederhana, bagaimanapun, dapat mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, pusing-pusing, kehabisan napas, dan penglihatan kabur. Kehadiran gejala-gejala dapat menguntungkan dimana mereka dapat mendorong orang-orang untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan dan membuat mereka lebih menurut dalam meminum obat-obatan mereka. Seringkali, bagaimanapun, kontak pertama seseorang dengan dokter mungkin setelah terjadinya kerusakan akhir organ. Pada banyak kasus-kasus, seseorang mengunjungi atau dibawa ke dokter atau suatu ruang darurat dengan suatu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, atau penglihatan yang lemah (disebabkan oleh kerusakan pada bagian belakang retina). Kesadaran publik yang lebih besar dan penyaringan tekanan darah yang seringkali mungkin membantu untuk mengidentifikasikan pasien-pasien dengan hipertensi yang tidak terdiagnosis sebelum berkembangnya komplikasi-komplikasi signifikan.

Kira-kira satu dari setiap 100 orang (1%) dengan hipertensi didiagnosis dengan hipertensi berat (hipertensi yang membahayakan/malignant hypertension) pada kunjungan pertama mereka ke dokter. Pada pasien-pasien ini, tekanan darah diastolik melampaui 140 mm Hg! Orang-orang yang terkena seringkali mengalami sakit kepala berat, mual, gejala-gejala penglihatan, pusing-pusing, dan kadangkala gagal ginjal. Malignant hypertension adalah suatu keadaan medis darurat (medical emergency) dan memerlukan perawatan yang mendesak untuk mencegah suatu stroke (kerusakan otak).

Menilai kerusakan Akhir Organ Pada Pasien Dengan Hipertensi

Seperti telah disebutkan, hipertensi kronis dapat menjurus pada pembesaran jantung, gagal ginjal, kerusakan otak atau syaraf, dan perubahan-perubahan dalam retina pada belakang mata. Pemeriksaan mata-mata pada pasien-pasien dengan hipertensi berat dapat mengungkapkan kerusakan, penyempitan arteri-arteri kecil, hemorrhage-hemorrhage kecil (kebocoran darah) pada retina, dan pembengkakkan syaraf mata. Dari jumlah kerusakan, dokter dapat mengukur keparahan dari hipertensi.

Orang-orang dengan hipertensi mempunyai suatu kekakuan yang meningkat, atau resitensi, pada arteri-arteri sekeliling diseluruh jaringan-jaringan tubuhnya. Peningkatan resistensi ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh-pembuluh darah ini. Peningkatan beban kerja ini dapat menegangkan jantung, yang dapat menjurus pada kelainan-kelanan jantung yang umumnya pertama kali terlihat sebagai pembesaran otot jantung. Pembesaran jantung dapat dievaluasi dengan x-ray dada, elektrokardiogram (electrocardiogram), dan paling tepat dengan echocardiography (suatu pemeriksaan jantung dengan ultrasound). Echocardiography terutama berguna dalam menentukan ketebalan (pembesaran) dari jantung bagian kiri (sisi pompa utama). Pembesaran jantung mungkin adalah suatu pertanda dari gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan suatu kelainan irama jantung/cardiac arrhythmias. Pengobatan hipertensi dan komplikasi-komplikasinya yang tepat dapat membalikkan beberapa kelainan-kelainan jantung ini.

Tes-tes darah dan air seni mungkin berguna dalam mendeteksi kelainan-kelainan ginjal pada orang-orang dengan hipertensi. Ingat bahwa kerusakan ginjal dapat sebagai penyebab atau akibat hipertensi. Mengukur serum kreatinin (serum creatinine) didalam darah dapat menilai seberapa bagusnya fungsi ginjal. Suatu kadar serum kreatinin yang meningkat mengindikasikan kerusakan pada ginjal. Sebagai tambahan, kehadiran protein didalam air seni (proteinuria) dapat merefleksikan kerusakan ginjal dari hipertensi, bahkan jika fungsi ginjal normal (seperti diwakili oleh tingkat kreatinin darah). Protein sendirian didalam air seni memberi tanda-tanda risiko kemerosotan fungsi ginjal jika tekanan darah tidak dikontrol. Bahkan jumlah kecil dari protein (microalbuminuria) mungkin adalah suatu signal dari gagal ginjal yang akan datang dan komplikasi-komplikasi vaskuler lain dari hipertensi yang tidak terkontrol. Orang-orang Amerika keturunan Afrika dengan pengontrolan hipertensi yang miskin ada pada risiko yang lebih tinggi dibanding orang-orang kulit putih (caucasians) untuk kerusakan akhir organ terutama kerusakan ginjal.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stroke, yang dapat menjurus pada kerusakkan otak atau syaraf. Stroke-stroke umumnya disebabkan oleh suatu hemorrhage (kebocoran darah/leaking blood) atau suatu gumpalan darah (thrombosis) dari pembuluh-penbuluh darah yang mensupali darah ke otak. Gejala-gejala dan tanda-tanda (penemuan-penemuan pada pemeriksaan fisik) pasien dievaluasi untuk menilai kerusakkan syaraf. Sebuah stroke dapat menyebabkan kelemahan, kesemutan/rasa geli, atau kelumpuhan dari tangan-tangan atau kaki-kaki dan kesulitan-kesulitan bicara dan penglihatan. Stroke-stroke kecil yang berganda dapat menjurus pada dementia (kapasitas intelektual yang lemah/impaired intellectual capacity). Pencegahan yang paling baik untuk komplikasi-komplikasi hipertensi ini adalah kontrol tekanan darah. Studi-studi terakhir juga telah menyarankan bahwa obat-obat angiotensin receptor blockers dapat menawarkan suatu efek perlindungan tambahan melawan stroke-stroke melampaui kontrol tekanan darah.

Yang Dirasakan Pasien Dengan Hipertensi

Hipertensi sederhana umumnya terjadi tanpa gejala-gejala apapun (diam-diam) dan karenanya hipertensi ini diberi label " pembunuh diam-diam". Dia disebut begini karena penyakit dapat berlanjut untuk pada akhirnya mengembangkan apapun dari satu atau lebih dari beberapa komplikasi-komplikasi hipertensi yang berpotensi fatal seperti serangan-serangan jantung atau stroke-stroke. Hipertensi sederhana mungkin hadir dan tetap tidak diketahui untuk bertahun-tahun, bahkan sampai dekade-dekade (puluhan tahun). Ini terjadi ketika tidak ada gejala-gejala, dan yang terkena gagal untuk menjalani penyaringan tekanan darah periodik.

Beberapa orang dengan hipertensi sederhana, bagaimanapun, dapat mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, pusing-pusing, kehabisan napas, dan penglihatan kabur. Kehadiran gejala-gejala dapat menguntungkan dimana mereka dapat mendorong orang-orang untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan dan membuat mereka lebih menurut dalam meminum obat-obatan mereka. Seringkali, bagaimanapun, kontak pertama seseorang dengan dokter mungkin setelah terjadinya kerusakan akhir organ. Pada banyak kasus-kasus, seseorang mengunjungi atau dibawa ke dokter atau suatu ruang darurat dengan suatu serangan jantung, stroke, gagal ginjal, atau penglihatan yang lemah (disebabkan oleh kerusakan pada bagian belakang retina). Kesadaran publik yang lebih besar dan penyaringan tekanan darah yang seringkali mungkin membantu untuk mengidentifikasikan pasien-pasien dengan hipertensi yang tidak terdiagnosis sebelum berkembangnya komplikasi-komplikasi signifikan.

Kira-kira satu dari setiap 100 orang (1%) dengan hipertensi didiagnosis dengan hipertensi berat (hipertensi yang membahayakan/malignant hypertension) pada kunjungan pertama mereka ke dokter. Pada pasien-pasien ini, tekanan darah diastolik melampaui 140 mm Hg! Orang-orang yang terkena seringkali mengalami sakit kepala berat, mual, gejala-gejala penglihatan, pusing-pusing, dan kadangkala gagal ginjal. Malignant hypertension adalah suatu keadaan medis darurat (medical emergency) dan memerlukan perawatan yang mendesak untuk mencegah suatu stroke (kerusakan otak).

Menentukan Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor, jadi adalah penting untuk menstandardisasikan lingkungannya ketika mengukur tekanan darah. Untuk paling sedikit satu jam sebelum tekanan darah diukur, hindari makan, latihan berat (yang dapat menurunkan tekanan darah), merokok, dan minum kopi. Stres-stres yang lain dapat merubah tekanan darah dan perlu dipertimbangkan ketika tekanan darah diukur.

Meskipun demikian kebanyakan perusahaan-perusahaan asuransi mempertimbangkan tekanan darah tinggi adalah 140/90 dan lebih tinggi untuk populasi umum, tingkat-tingkat ini mungkin bukan patokan yang sesuai untuk semua individu. Banyak ahli-ahli pada bidang hipertensi memandang tingkat-tingkat tekanan darah sebagai suatu batasan, dari tingkat-tingkat rendah ke tingkat-tingkat yang lebih tinggi. Batasan seperti ini menyiratkan tidak ada patokan yang jelas atau yang tepat untuk memisahkan tekanan darah normal dari tekanan darah tinggi. Individu-individu dengan apa yang disebut pra-hipertensi (didefinisikan sebagai suatu tekanan darah antara 120/80 dan 139/89) mungkin mendapat manfaat dari penurunan tekanan darah dengan memodifikasi gaya hidup dan mungkin obat-obatan terutama jika ada faktor-faktor risiko lainnya terhadap kerusakan akhir organ seperti diabetes atau penyakit ginjal.

Untuk beberapa orang, pembacaan tekanan darah lebih rendah dari 140/90 mungkin adalah suatu patokan normal yang sesuai. Sebagai contoh, pada situasi-situasi tertentu, seperti pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal kronis yang mengeluarkan (kehilangan) protein kedalam air seni (proteinuria), tekanan darah idealnya dipertahankan pada 130/80, atau bahkan lebih rendah. Tujuan dari pengurangan tekanan darah pada tingkat ini pada pasien-pasien ini adalah untuk memperlambat kemajuan dari kerusakan ginjal. Pasien-pasien dengan diabetes (diabetes mellitus) dapat juga mendapat manfaat dari tekanan darah yang dipertahankan pada tingkat yang lebih renah dari 130/80. Sebagai tambahan, orang-orang Amerika keturunan Afrika, yang mempunyai suatu peningkatan risiko untuk mengembangkan komplikasi-komplikasi dari hipertensi, dapat mengurangi risiko ini dengan mengurangi tekanan darah sistolik mereka ke lebih rendah dari 135 dan tekanan darah diastolik ke 80 mm Hg atau lebih rendah.

Sejalan dengan pemikiran bahwa risiko kerusakan akhir organ dari tekanan darah tinggi mewakili suatu rangkaian analisa statistik mengungkapkan bahwa mulai dari suatu tekanan darah 115/75 risiko penyakit cardiovascular berlipat dua dengan setiap kenaikkan tekanan darah 20/10. Tipe analisa ini telah menjurus pada suatu pemikiran ulang yang berlanjut mengenai siapa harus dirawat untuk hipertensi, dan apa yang harus menjadi tujuan-tujuan dari perawatan.

Hipertensi Yang Terisolasi

Ingat bahwa tekanan darah sistolik adalah angka yang diatas pada pembacaan tekanan darah dan mewakili tekanan didalam arteri-arteri ketika jantung berkontraksi dan memompa darah kedalam arteri-arteri. Suatu tekanan darah sistolik yang menetap lebih tinggi dari 140 mm Hg umumnya dipertimbangkan tinggi, terutama ketika dihubungkan dengan suatu tekanan diastolik yang meningkat (lebih dari 90).

Hipertensi sistolik terisolasi (isolated systolic hypertension), bagaimanapun, didefinisikan sebagai suatu tekanan sistolik yang berada diatas 140 mm Hg dengan suatu tekanan diastolik yang masih dibawah 90. Kekacauan ini terutama mempengaruhi orang-orang tua dan dikarakteristikkan oleh suatu tekanan denyutan yang meningkat (melebar). Tekanan denyutan (pulse pressure) adalah selisih antara tekanan darah sistolik dan diastolik. Suatu peningkatan tekanan sistolik tanpa suatu peningkatan tekanan diastolik, seperti pada hipertensi sistolik terisolasi (isolated systolic hypertension), oleh karena itu, meningkatkan tekanan denyutan (pulse pressure). Pengerasan dari arteri-arteri menyumbang pada pelebaran tekanan denyutan ini.

Pernah dipertimbangkan sebagai tidak berbahaya, suatu tekanan denyutan (pulse pressure) yang tinggi sekarang dipertimbangkan sebagai suatu pelopor yang penting atau indikator dari persoalan-persoalan kesehatan dan kerusakan akhir organ yang berpotensi. Isolated systolic hypertension dihubungkan dengan suatu peningkatan risiko masa depan dua sampai empat kali dari suatu pembesaran jantung, suatu serangan jantung/heart attack (myocardial infarction), suatu stroke (kerusakan otak), dan kematian dari suatu penyakit jantung atau stroke. Studi-studi klinis pada pasien-pasien dengan isolated systolic hypertension telah mengindikasikan bahwa suatu pengurangan pada tekanan darah sistolik paling sedikit 20 mm kepada suatu tingkat dibawah 160 mm Hg mengurangi peningkatan risiko-risiko ini.

DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar